Welcome to my greeeeeny world :D

Belajar dari Semut

“Adek habis makan apa sih kok banyak semutnya?” tanya Fajar sambil memandangi remah-remah biskuit di sela-sela jari kakinya.

Tanpa banyak berkata-kata lagi, Fajar mengambil sapu dan mengenyahkan para semut dari kakinya.

Sering kita tidak melihat, tidak bisa membaca apa yang ada di sekitar kita. Semut yang begitu kecil, yang diremehkan, yang bahkan diinjak-injak, sebenarnya begitu kuat saat mereka bersama. Bahkan, mereka dapat “mempreteli” tubuh belalang yang ukurannya lebih besar dari mereka.Sekali lagi : KEBERSAMAAN.

Begitu pula yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada kita untuk bisa kompak dalam kebaikan. Berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan berarti menjegal yang lain untuk gagal berbuat baik, tapi harusnya bisa membuat kita saling menolong dalam kebaikan.

Semut yang tidak memiliki akal, dia bahkan “bersilaturahim” dengan semut lainnya untuk menentukan mana jalan yang harus ditempuhnya. Sedangkan selama ini yang sering kita lihat, banyak sekali sesama muslim bertemu tanpa mau bertegur sapa. Akhirnya ikatan itu mulai rapuh, bahkan kadang sudah putus.

Mari belajar lewat semut yang berusaha sekuat tenaga, bersama dalam kebaikan, dan bahkan tak lupa untuk tetap menjaga persaudaraannya.

^hikari_hamzah^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: