Welcome to my greeeeeny world :D

Gelepar Sebutir Harap

Kian merambah para patah arang
Terlantun dalam sajak abu-abu saat petang
Tertatih mencubit secuil bintang
yang pernah benderang

Biar tergeletak menggelepar sang asa
Fatamorgana yang lepas merana
Merenda jutaan tangis duka
Luka tetap kan menganga

Jejalkan kembali ingin yang mencuat
di barisan bukit ikhlas demi yang terkuat
Tatap pijar untuk sebuah nikmat
Hancurlah laknat yang menghambat

Tangkap mimpi yang meraung
Penjarakan putus asa yang menggunung
Lari!
Biar harap tetang menggaung

Putus asa? Please deh! Apa itu?

Well, mungkin ada orang yang bener2 nggak pernah putus asa dalam hidupnya *prok prok prok* perlu kita acungi banyak jempol deh *pinjem jempol anak kamar sebelah*. Tapi, sebagian besar manusia yang punya kecenderungan tidak puas, maka juga diikuti dengan kecenderungan putus asa. Kenapa, eh, kenapa? Karena, eh, karena kebanyakan punya  harapan berlebihan yang nggak terkabul. Sayangnya, harapan yang begitu besar itu nggak disesuaikan sama kemampuan dan ikhtiar. Misalnya aja nih, pengen banget lulus ujian, tapi nggak disokong dengan giat belajar dan giat berdoa. Ngandelin contekan? Sumpah ya, nggak jamannya lagi nyontek! Ini udah jaman kapan? Nyontek itu kan curang, dan setelah Rasulullah diutus untuk menyampaikan ajaran Islam, kecurangan itu jelas bukan hal yang baik *nggak berani bilang haram*

Eeeeh, balik lagi ya…

Tapi, ada juga lho orang yang secara doa dan ikhtiarnya mantap jaya, namun hasilnya nggak lancar jaya. Wah, kalo ini sih rahasia Allah ya… Mungkin karena bukan rezekinya, bukan kebutuhannya, atau mungkin karena Allah ingin memberikan yang lebih baik. Husnudzan saja lah sama Allah. Nggak bakal nyesel. Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Mungkin aja sebenernya Allah pengen ngasih yang paketan, misalnya di target nomor 1 pengen kuliah di kedokteran, target nomor 5 pengen kuliah di luar negeri, siapa tau suatu saat Allah memberikan kesempatan kuliah kedokteran di luar negeri? Tapi, tentu aja kita harus usaha –> Tidak akan berubah nasib suatu kaum hingga dia mengubah nasibnya sendiri. Nah lho?

Itu tandanya kita NGGAK BERHAK putus asa. Lho, iya dong? Kok kita main seenaknya mutusin asa yang sudah diberikan? *eh, ngegeje lagi*. Yakinlah bahwa Allah menyiapkan yang terbaik bagi hamba-Nya karena apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik, so… keep positive thinking and never give up. Harapan itu masih ada selama ada secercah cahaya di hati kita.

^hikari_hamzah^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: