Welcome to my greeeeeny world :D

Bisik janggal di telinga kiri

“Biar saja…”

Tak mau kalah pada telinga kanan

“Jangan! Belum pasti dia!”

Diam!

Bulir bening turuni bukit kemerahan

“Sayang…”

Ada apa dengan keadaan?

Setahun,

Bukan,

Tujuh tahun sudah dalam pertahanan

Telah bertameng

sebuah setia yang setia

Luruh ini

Dalam sapuan ingin

menjelma jadi dingin

pada kotak terpelihara

Secuil rasa

Sayang… datang

Perkuat tamengku

kini

Siapa yang belum pernah naksir lawan jenis? Wew, belum pernah? Saya pikir semua orang sudah pernah merasakan perasaan kagum dan simpati–naksir. Entah itu sama yang emang top class, yang medium, sampe yang biasa-biasa aja, bahkan yang terkesan eksistensinya nggak terlalu menonjol. Eh, so what gitu? Namanya juga lagi naksir, nggak pandang bulu, mau bulu ayam, bulu bebek, bahkan burung onta juga kalo menarik dan klop, why not?

Bagi para remaja, acara naksir biasa disebut jatuh cinta. Saya sendiri nggak ngerti kenapa semudah itu menafsirkan perasaan itu sebagai cinta. Mungkin inilah sebabnya ada yang bilang bahwa sayang lebih indah daripada cinta. Saya jelas menolak seger-seger. kenapa? Karena cinta sebenernya punya tingkatan yang tinggi, lebih tinggi daripada sayang. Cinta sudah mengalami peyorasi. Hm. Miris.

Kembali ke masalah cinta-cintaan ala ABG, kayaknya proklamasi tentang ini makin gencar. Bahkan rela ngeluarin dana yang nggak sedikit. Beliin coklat, bunga, ngajak nonton, dinner berdua. WOW. Dunia serasa begitu indah. Nggak ada cacatnya.

Buuutttt…. Inget nggak sih kita akan seseorang yang mungkin nungguin kita juga? Menjaga cintanya ke kita? Jodoh kita. Banyak versi sebenernya dari jodoh. Ada yang bilang takdir, ada yang bilang bukan. Saya sendiri masih bingung. Tapi, saya yakin bahwa kalau saya nglakuin ini itu, dia juga sama. Kalau saya mau memperbaiki diri, dia juga berusaha. Nah, kalo saya lirik orang lain? Oh NO! Tiba-tiba ada percik panas di dada saya. Mengerikan. Lalu saya kembali berpikir, apakah juga begitu perasaannya ketika saya melirik yang lain?

Ini masih manusia. Bagaimana dengan Allah? Lho, jangan salah, perasaan itu datangnya dari Allah lho. Itu rahmat. Well, bisa jadi kita berkilah seperti itu. Tapi apa iya Allah hanya memberikan perasaan tanpa pengontrol? Kita, manusia yang punya akal sebagai pembeda dengan hewan. Wajar kalo kita punya keinginan untuk memperbanyak keturunan, tapi apakah dengan jalan seperti itu? Saya rasa semua orang ingin yang baik, jujur dari hati mereka.

“Masih muda, pengen bisa senang-senang.”

Eh, beginikah yang namanya senang-senang bila akhirnya hanya menyakiti? Menyakiti keluarga, menyakiti pasangan, dan juga menyakiti diri sendiri. Bagaimana tidak disebut menyakiti ketika “cinta” yang diagung-agungkan berbuah dusta, derita, maupun mencoreng nama? Ketika para pasangan labil bilang ingin tau kedalaman cinta pacarnya dengan bergaul yang tidak sewajarnya, lalu mereka lupa bahwa Allah melihat mereka, lalu Allah turunkan tanggung jawab kepada mereka dan mereka menolaknya, apakah itu yang namanya bersenang-senang?

“Aku bisa jaga diri, hingga sekarang.”

Emang ada yang kayak gitu. Tapi apa bisa menjamin nggak pernah sentuhan yang menimbulkan hati bergetar? Cuma sms-an tapi tetep bikin deg-degan? Harap waspada sodara-sodara! Setan itu datang dari segala arah. Mau kita lagi berdiri, duduk, sampe berbaring, setan bisa di depan, atas, bawah, Tenggara, Timur, sampe antara Barat Daya dan Utara. Pinter. Cerdas. Licik.

Jadi, bagi yang sudah punya keinginan buat menjaga, nggak perlu khawatir. Allah Maha Melihat kok. Dia nggak tidur. Apalagi kalo emang menjaga semua itu cuma karena Allah, beuh… Seratus jempol terangkat ke udara. Kurang? Nanti deh saya pinjemin jempol negara sebelah.

Well, kita semua pasti ingin bersama yang kita cintai. Dengan cara yang baik. Dengan cara yang indah. Pada waktunya.

NB : Saranghaeyo, Yeobo. It’s for you. Whoever you are. Just love Allah.

Advertisements

Comments on: "Tak Ingin Sayang Cemburu" (4)

  1. : )

    kagum dengan gaya ngobrolnya. 😀

    • hikarihamzah said:

      Ihihihihihi… Mau nyamperin blognya Juli juga deh. Pengen tau. Pasti bagus.

  2. sip, bagus sekali tulisan nya.
    tahun depan bisa ditarik di DSM Janur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: