Welcome to my greeeeeny world :D

“Kuliah di mana, Mbak?”

“FKH.”

“Oooohh… Kedokteran HEWAAAANNN…”

Masih banyak lagi sindiran tentang profesi dokter hewan. Apa karena yang ditanganin hewan doang? Wowowowowow. Wanda. Wa-nda tau saya.

Saya pernah diolok-olok gara-gara milih dokter hewan. Dokter hewan adalah yang paling rendah pada bidang kedokteran. Cupu. Kotor. Wokeeeee, terserah. Hidup saya tetap berjalan walau komen semacam itu terlempar berkali-kali, tepat mengenai daun telinga saya dan merangsek masuk ke tulang-tulang pendengaran saya. Beginilah kami. Dokter hewan.

Di negara berkembang seperti Indonesia, dokter hewan emang dipandang rendah. Ngurusin sapi—lebih ke kandang dan sanitasinya, ngurusin kambing, ngurusin banyak hal yang remeh. Opini mereka kan?

Berkali-kali dosen kami memberi semangat. Bilang kalo jurusan ini bermanfaat besar, apalagi dengan adanya zoonosis di dunia. Tapi, kayaknya nggak ngaruh ke orang-orang awam yang di otaknya udah tertanam pikiran bahwa dokter hewan itu nggak keren. Oke oke, kami terima.

Sebenernya saya sedih waktu kedokteran hewan nggak dianggep sama pemerintah. Kami yang berbakti pada manusia lewat hewan—manusya mriga satwa sewaka—harus terombang-ambing. Masyarakat juga lebih percaya sama mantri. Padahal dalam jelas nggak boleh ngasih resep. Itu hak dokter hewan.

Apakah kami cuma belajar hewan? Oh, no no, deng deng! Kami juga belajar histologi UMUM dan beberapa yang diadaptasi dari kedokteran umum. FKH, FF, FKP, FKG, semuanya ikut belajar tentang kedokteran umum kok. Kami ikut belajar karena keharusan. Tapi kami suka.

Apakah penyakit yang ada pada manusia nggak bisa ada di hewan? Bisa! Bisa! Contohnya tumor mammae atau tumor payudara yang ada di anjing. Perlu operasi? Kalo yang punya ngizinin. Sebenernya ini yang bikin kedokteran hewan di Indonesia nggak maju-maju. Kalo di luar sono, manusia-manusianya hobi miara hewan. Bahkan rela ngluarin jutaan rupiah (kalo di Indo) buat piaraan mereka yang mereka anggap kluarga. Di Indonesia? Boro-boro miara hewan, ngidupin keluarga aja susahnya nggak terkira. Yah. Nggak seharusnya mandang yang di luar negeri. Kita hidup di Indonesia sih. Terima saja lah buat sekarang. Tapi suatu saat kedokteran hewan harus dijayakan. Harus.

Saya yakin aja sih kalo tiap jurusan, tiap pekerjaan yang dicari dengan halal adalah baik. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan. Nggak perlu mencela. Liat aja para petani, coba kalo nggak ada mereka, siapa yang mau nanem padi dan teman-temannya? Trus kita makan apa? Kan ada Allah. Wohwohwoh. Ingat, harus ada pengorbanan! *nyangkal mulu sih!*.

Meski saya nggak cinta-cinta banget sama profesi saya, saya toh menghargai banget sama usaha para dokter hewan. Jujur saya nggak kuat sama apalannya yang seabrek itu. Nama-nama hewan yang banyaaaaak banget *enthomologi ini mah*. Jadi, toloooooooong banget jangan perolok dokter hewan lagi. Kami juga berusaha keras di sini. Kami juga berusaha berbakti pada manusia lewat hewan. Pada kalian para pembaca.

Advertisements

Comments on: "Veterinarian? Hahahahahaha…" (2)

  1. aku biyen pgn dadi zoologist, tapi lek ndek indo setauku yg ada FKH, akhire gak sido
    bukane aku merendahkan profesi ini, sama sekali tidak.tapi soale aku gak seneng kedokteran ae,,ruwet.
    hhehehehe
    eh coba carien komik judule wildlife, ttg vet cerita e
    keren loh

    • hikarihamzah said:

      Aku udah pernah baca, Mas. Tapi nggak tau kenapa aku lebih suka Godhand Teru. Lebih banyak materinya soalnya. Kan sebenernya penyakit manusia juga banyak di hewan. Cuma kalo masalah zoonosis iku pemerintah jarang banget menggunakan dokter hewan. Beginilah memang nasib dokter hewan di Indo. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: