Welcome to my greeeeeny world :D

Siapa yang punya sahabat? Woooooooo *kagum* semua orang punya sahabat ternyata! Ada yang nggak punya? Sini sini sahabatan sama saya aja 😀

Sebenernya apa sih sahabat itu? Temen deket? Sekedar deket aja? Atau yang udah hampir jadi soulmate gitu? Yang kemana-mana style-nya sama? Bahkan gebetannya sama? Atau mungkin yang asik diajak nongkrong? Banyak versi, banyak opini.

Bagi saya sendiri, sahabat itu laksana air di tengah gurun, bagai hujan di musim kemarau, bagai mesin penghangat di musim dingin, bahkan bak(mi?) candu. Sahabat bikin saya merasa bersinar (karena mereka bawa-bawa senter? *ha*). Sahabat membuat saya merasa jadi orang paling beruntung di dunia ini. Berpuluh-puluh puisi dan sebuah lagu sempat saya bikin buat mereka—sambil menangis. Kirim sms “Love you cz of Allah” udah jadi makanan sehari-hari. Oke, stop di sini tentang alfaruq (alfaruq terdiri dari member cewek, nggak ada cowoknya), lain kali insya Allah ada artikel sendiri tentang mereka. Kembali ke bahasan!

Saya pernah suka banget sama sebuah sinetron “Kepompong” yang menurut saya waktu itu bener-bener memotivasi saya buat lebih sayang sama sahabat-sahabat saya—Alfaruq. Sering orang bertanya-tanya tentang siapa sebenernya Alfaruq, saya cuma senyum kalem meski sebenernya dalam hati neriakin nama mereka saking kangennya. Mereka sudah seperti sodara saya sendiri meski pada kenyataannya wajahnya nggak mirip.

Lalu apakah sahabat selalu teman sekolah, teman nongkrong, teman senasib sepenanggungan? Bisa nggak sih ortu kita tercinta jadi sahabat kita? Secara remaja kayak kita sering banget nge-gap sama ortu ya. Pikiran kita sama ortu sering kali nggak sama. Namanya juga beda era. Tapi ternyata itu semua nggak pernah menggeser posisi ortu kita sebagai sahabat lho. Bayangin aja, saat anaknya nangis karena gagal dalam melakukan sesuatu, ortulah yang membuat kita berdiri meski kadang pake cambuk. Tapi kan yang penting kita kembali berdiri sembari mengadakan penyembuhan.

Setahu saya nih ya, sahabat itu bukan orang yang mengiyakan semua apa yang kita mau, bukan juga yang diem aja waktu kita salah. Sebaliknya, sahabat harusnya yang bisa mengingatkan kita waktu kita lagi dalam keadaan nggak bener, bisa meluruskan permasalahan ketika kita terbutakan akibat emosi, bisa meredam amarah kita dengan senyum tulusnya. Sahabat bukan juga yang selalu ada di deket kita secara fisik aja, tapi bahkan ketika dia jauuuuuuuh banget, dia mampu bikin kita ngerasa makin deket, makin sayang.

Apa sahabat nggak pernah marahan? Wowowowowow. Kalo bisa kayak gitu, saya mau dong tips-nya. Jangan dikira marahan itu nggak ada hikmahnya. Tentu aja marahan itu sebenernya bisa bikin makin lengket kalo udah baikan. Soalnya biasanya jadi ada yang nggak enak gitu di hati dan akhirnya bikin kangen, bikin pengen ketemu, bikin pengen cepet baikan.

Yang jelas, kalo mau cari sahabat, carilah yang bisa bikin kita makin cinta sama Allah, kalo bisa sih yang cewek sahabatan sama cewek aja, soalnya kalo sama cowok ntar malah jadi ada semacam “Virus Godong Waru” yang nempel-nempel. Kecuali bisa bener-bener memanage hati sih *soalnya saya juga punya sahabat cowok yang saya anggap sodara sendiri meski kena kritik teman baik saya, katanya kalo semua cowok saya anggap sodara, batasan cewek sama cowok jadi rancu*

Intinya nih *dari tadi muter-muter nggak jelas*, bersahabatlah! *gubrak!*. Hahahaha… 😀

NB : Alfaruq, kalian bagian dari hidupku, meski kini kita terpisah jauh, bayangan kalian masih terselip di kedip mataku. I love you…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: