Welcome to my greeeeeny world :D

Manis wajahmu kulihat di sana
Apa rahsia yang tersirat
Tapi zahirnya dapat kulihat
Mesra wajahmu dengan senyuman

Senyuman… senyuman
Senyum tanda mesra
Senyum tanda sayang
Senyumlah sedekah yang paling mudah
Senyum di waktu susah
Tanda ketabahan
Senyuman itu tanda keimanan
Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah

Hati yang gundah terasa senang
Bila melihat senyum hatikan tenang
Tapi senyumlah seikhlas hati
Senyuman dari hati jatuh ke hati

 

Senyumlah senyumlah
Senyumlah seperti Rasulullah
Senyumnya bersinar dengan cahaya
Senyumlah kita hanya kerana Allah
Itulah senyuman bersedekah

Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah
Itulah sedekah yang paling mudah
Tiada terasa terhutang budi
Ikat persahabatan antara kita
Tapi senyum jangan disalah guna
Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah

Senyum by Raihan

Hayoooo, siapa yang nggak suka senyum? Hayoooo, siapa yang kalo ketemu orang nggak bisa senyum? Wah, perlu diwaspadai kalo gitu. Kenapa? Karena sedekah paling mudah aja kita nggak mau.

Menurut kamus bahasa Indonesia (wetsah!), senyum adalah gerak tawa ekpresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka dsb, dengan mengembangkan bibir sedikit. Tersenyum adalah perilaku menyenangkan sebagai tanda kebahagiaan, keramahan, rasa hormat, dan sopan santun. Tersenyum membuat diri kita lebih siap menghadapi kehidupan yang semakin hari semakin rumit bin complicated. Daaaan…. Senyum itu pertanda otot wajah kita masih berfungsi dengan baik. Ahihihi.

Senyuman dari segi medis

Pernah nggak denger orang bilang, ‘jangan banyak marah, ntar cepet tua’? Sebenernya, secara medis emang betul. Orang yang kebanyakan murung bakal menggunakan lebih banyak otot di wajahnya daripada orang yang hobi senyum. Riset juga menunjukkan, orang yang suka tersenyum akan mudah sembuh ketimbang orang yang menyesali nasib dan ujung-ujungnya menekuk muka. Ternyata, eh, ternyata, senyum itu bisa merangsang pelepasan hormon endorphin yang akan mengurangi rasa sakit secara fisik dan psikis. Makanya, ada pepatah yang bilang kalo senyum itu sehat. Setuju?

Senyuman dari segi agama Islam

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi, bahwa Rasulullah bersabda “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”

Dalam Islam, senyum itu dianggap sebagai sedekah yang paling mudah. Iya kan? Tinggal melebarkan bibir (emang jalanan?) dan menyajikan pandangan mata teduh plus bahagia, maka sudah tercipta senyum yang bisa menenangkan jiwa. Lalu kenapa kita nggak kuasa senyum?

Rasulullah saw sendiri selalu memperlihatkan senyum dalam kesehariannya, karena itu para sahabat betah berlama-lama dengan beliau. Selain karena tutur kata beliau yang menenangkan jiwa, senyum beliau juga mempesona (subhanallah yaa…). Mungkin senyuman terlihat begitu remeh dan merupakan hal yang kecil, tapi tahukah kita bahwa dakwah yang disertai senyuman itulah yang membuatnya menyebar? Rasulullah sendiri merupakan pribadi yang menyebarkan senyum pada orang-orang yang baik terhadap beliau maupun orang-orang yang selalu ingin mencelakai beliau. Dari sanalah Islam dikenal sebagai agama yang cinta damai. Kecil tapi berdampak besar, begitulah senyuman itu sebenarnya.

Senyum ternyata banyak macamnya, salah dua (?) dari macam-macam senyum adalah senyum tulus, yakni senyum yang didasari karena ingin memberikan kebahagiaan bagi orang lain, senyum tulus adalah fitrah. Ibarat bunga nih ya, senyum tulus itu bunga yang asli yang mekarnya indah dipandang mata, wangi, juga bikin bersimpati. Yang kedua, ada senyum palsu yang bisa juga disebut senyum maksa binti dibuat-buat. Senyum yang kayak begini ini nggak asli dari dalam hati, tapi ibarat seni yang nggak ori. Asal jiplak tapi nggak ngerti arti sebenernya.

Rasulullah bersabda, “Kamu tidak akan dapat membahagiakan orang lain dengan hartamu, tetapi yang dapat membahagiakan mereka adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia.”

Nah, dari hadits tersebut kita bisa menarik ibrah (pelajaran) untuk diri kita biar lebih murah senyum. Banyak juga sebenernya aktivis dakwah yang pelit senyum, kayak orang sembelit. Padahal Rasulullah mengajarkan untuk tersenyum. Kan sudah disebutin tadi kalo dakwah Rasulullah bisa nyampe karena wajah beliau yang ramah dan senyuman beliau yang tulus ikhlas. Jangan berdalih karena kita nggak sebaik Rasulullah maka kita nggak perlu senyum, malah harusnya itu jadi sesuatu yang kita catet di dalam hati sebagai tugas. Senyum dan berakhlak mulia. Cateeeet!

Senyum dalam Pergaulan

            Senyum itu bisa mencairkan hubungan yang beku. Coba waktu ada temen yang lagi sensi beud, trus kita deketin dengan senyum, tanya baik-baik ada masalah apa, insya Allah nggak akan ada darah tertumpah (=..=), malah mungkin akan tercipta persaudaraan yang lebih erat.

            Tapi, meskipun kita harus senantiasa mengusahakan senyum, ada beberapa hal juga yang meski kita hindari. Misalnya aja waktu ketemu lawan jenis, nggak perlu senyum berlebihan apalagi pake colek sana sini. Senyuman yang sejenis itu malah akan membuat hati jadi susah dikendalikan. Iya kalo setan nggak ikut ngomporin, kalo malah membisikkan sesuatu biar senyum makin lebar dan tebar pesona gimana hayo? Senyumlah seadanya kalo sama lawan jenis. Nggak perlu deh sampe kedip-kedipan, apalahi gebuk-gebukan (apasih?). Buat cewek nih terutama, makhluk-makhluk manis seperti cewek cukup berbahaya kalo senyumnya berlebihan ke lawan jenis. Maka mestinya mulai direm tuh senyumnya kalo udah mulai over. Tapi juga jangan jutek-jutek amat ya, Sist ^^

And…

“Sudah senyumkah aku hari ini?”

Nggak ada salahnya tanya gitu ke diri sendiri. Dengan begitu kita akan sadar kalo ada kewajiban sedekah paling mudah di tiap hari-hari yang kita lalui. Sudah senyumkah kita hari ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: