Welcome to my greeeeeny world :D

Menyadari dan Mempelajari

Tidak semua orang bisa mengerti keadaan orang lain. Terluka, tak percaya diri, trauma akan sesuatu, tak semua orang bisa benar-benar merasakan hal itu secara berkesinambungan. Banyak orang yang bisa bilang “hadapilah” atau “jangan banyak mengeluh” dengan mudah. Kadangkala kita tidak sadar bahwa kalimat itu tidak selalu membawa hasil positif. Ada kalanya mendengarkan, tersenyum, lalu mengangguk membuat orang tersebut lebih nyaman.

Sadar atau tidak, seringkali kita yang membuat orang lebih tertekan dari keadaan sebelumnya. Dukungan dan dorongan tak selalu harus dari kata-kata walaupun kata-kata indah seperti sihir bagi yang mendengarnya. Kadang ketika berbagi cerita lebih membuat tersentuh, orang yang terpuruk merasa punya teman senasib. Kata “jangan” yang diikuti dengan kata negatif (jangan nakal misalnya) akan membuat seorang anak merasa dirinya selama ini nakal. Tidak semua kata memang, tapi banyak kata yang malah membuat seseorang berpikir bahwa selama ini dia begitu buruk di mata orang. Kita harus membuat pilihan kata yang lebih pantas. Kenapa kita harus bilang bahwa seseorang mudah tersinggung sedangkan kata yang kita pilih memang tak layak adanya? Sadarilah betapa sebuah kata saja mampu melukai orang lain.

Sudah sering dikatakan bahwa seorang anak yang tumbuh dengan kata-kata negatif, maka nantinya dia akan menjadi negatif juga. Lalu kenapa kita tak menyuntikkan kata-kata positif yang akan membuat seseorang benar-benar terbangun? Tak perlu memukul bila kita bisa membuat seseorang berdiri hanya dengan mengelusnya.

Di lain pihak, seringkali kita merasa bahwa seseorang ini negatif, ketahuilah bahwa tidak semua orang hidup di lingkungan yang sama. Kehidupan yang keras, kehidupan yang tidak menyenangkan, semua itu punya peran penting dalam bagaimana seseorang atau sekelompok orang bersikap. Orang yang selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain misalnya, dia nantinya akan tumbuh dengan ketidakpercayaan diri, merasa bahwa apa pun yang dia kerjakan tak akan mungkin lebih baik dari orang lain atau setidaknya sama dengan orang lain. Kenapa kita tidak memberinya contoh yang baik tanpa banyak berkata-kata? Berkata-kata memang mudah, tapi bisakah kita mempraktikannya secara langsung?

Bagi orang yang tidak merasakan bagaimana pedihnya hidup orang yang sedang mengajaknya berbicara, maka mudah saja baginya untuk berkata “jangan begini atau begitu”. Semua orang punya kesulitan sendiri. Bercerita pun bukan karena ingin terlalu banyak diberikan nasihat yang tidak menyentuh hati dan semakin membebani pikiran. Sadarilah bahwa orang lain butuh didengarkan, diperhatikan, atau sekedar pelukan untuk membuatnya nyaman meski tak ada kata yang tersampaikan.

Semua yang sudah saya sampaikan mungkin hanya teori tak berdasar, tapi ini yang sering saya lakukan, banyak berkata tanpa bisa merasakan benar-benar apa yang orang lain rasakan. Semoga sedikit tulisan ini juga membuat saya belajar.

^hikari_hamzah^ yang selalu ingin belajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: