Welcome to my greeeeeny world :D

Hehe… *geje lagi*
Ini sebenernya pengalaman pribadi untuk mengusir galau sih. Nggak Islami? Tunggu dulu, kalo galau trus curhat ke Allah sih pasti nomer satu, curhat ke keluarga atau temen jadi opsi nomer dua, tapi kalo udah gitu masih sumpek, maka saya memutuskan untuk mencuci. Yak. Mencuci.

Tanya kenapa? Habisnya habisnya, ketika saya mencuci, rasanya plong. Tenaga yang biasa saya habiskan untuk berkeluh-kesah bisa saya salurkan ke kegiatan yang lebih baik—mencuci. Apapun. Mau baju, piring, karpet, cuci mata juga boleh 😀

Oke, saya mulai menemukan solusi ini ketika saya ngekos. Dulu, kalo masih di rumah kan sudah tersedia mesin cuci, maka nggak banyak tenaga yang dikeluarkan, malah bisa ditinggal buat kegiatan yang lain. Tapi sejak saya merantau ke Surabaya, saya harus nyuci secara tradisional dan secara telaten. Tapi itulah nikmatnya.

Bayangkan saja, setelah capek dari kampus, setelah penat ujian, pas buka lemari dan baju hampir habis, lalu ingat bahwa banyak cucian yang harus dicuci, bagaimanakah rasanya? Sumpek? Pasti. Tapi kemudian kita nggak mungkin kan numpuk gitu aja, emang mau bikin pakaian fermentasi? *hyuuu* Mau nggak mau kita pasti harus membereskan semuanya. Ada yang milih memakai jasa laundry atau malah memilih nyuci sendiri (karena berhemat juga, seperti saya contohnya).

Bagi saya sendiri, jasa laundry itu hanya sewaktu-waktu kalo emang lagi sakit atau banyak banget kegiatan, tapi kan saya orang yang nggak banyak kegiatan. Daripada Cuma tidur dan bikin badan rasanya sakit semua, maka mencuci menjadi opsi yang saya rekomendasikan untuk diri saya. Nggak rugi kan?

Jadi, entah kenapa penghuni kosan di sini emang pada rajin cuci baju. Beuuuuh, antreannya bisa panjang dari pagi sampe malem. Apalagi kalo udah banyak kegiatan, maka hari Ahad menjadi hari pilihan untuk mencuci. Beda lagi saat pekan ujian. Ketika hari Jumat atau kalo besoknya nggak ada ujian, maka semua berbondong-bondong ke lantai atas buat mencuci. Kerennya lagi, hampir semua menyatakan bahwa mencuci akan membuat fresh. Subhanallah 🙂 *proud of you, gals.

Sebenernya, mencuci nggak cuma bisa membuat kita lebih ngerti kebersihan, tapi juga melatih kesabaran. Kucek, kucek, kucek. Bilas, bilas, bilas. Peras, peras, peras. Jemur, jemur, jemur. Semua itu butuh kesabaran lho… Nggak asal cemplungin ke air yang udah dicampur detergen trus langsung bilas trus dijemur seenaknya. Ada seninya, Kawan-kawan. Nah seni itu harus ditemukan dengan kesabaran. Jangan salah, nyuci itu nggak semudah kelihatannya. Bagi yang nggak biasa nyuci, bisa jadi nyuci adalah siksaan *ampuuun, lebay beud*.

So, buat yang hobi galau *eaaaaa, kalo Bang Poconggg menyarankan bershower, maka saya menyarankan mencuci. Kalo yang terus-terusan galau dan akhirnya ketagihan mencuci, maka boleh aja buka jasa cuci-mencuci. Enak kan? Nggak cuma bikin fresh, membuat diri mencintai kebersihan, melatih kesabaran, pun menghasilkan keuntungan. Dobel kan manfaatnya?

Ayo mencuci… 😀

^hikari_hamzah^ yang baru selesai mencuci baju dan berkurang kegalauannya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: