Welcome to my greeeeeny world :D

Assalamu’alaykum warahmatullah 🙂

Bismilllaah 🙂

Pengumuman kelulusan UN belakangan menjadi topik utama di Indonesia selain konser Emaknya Monster. Nggak cuma bisa langsung dilihat di jalanan, tipi pun ikut menyiarkan euforia para siswa yang lulus. Konvoi dan corat-coret seragam menjadi cara melampiaskan kesenangan mereka.

Saya dulu juga pernah lho mengalami hal itu, saya juga senang, rasanya beban-beban saya menguap seperempat (karena masih ada SNMPTN dan Ujian Masuk Sekolah Negara). Tapi yang berbeda adalah kami (saya dan teman-teman) nggak ikut corat-coret apalagi konvoi, bukan cuma karena kami nggak ada uang buat beli spidol, pun karena kami nggak ada motor, nggak mungkin banget kami konvoi pake angkot, selain kurang oke, kami juga sadar kalo angkot itu buat nyari rizki—bukan nyari perkara sama polisi.

Dulu, sebelum kelulusan diumumkan, kami sudah diwanti-wanti buat nggak ikut corat-coret dengan alasan baju yang akan kami tanggalkan itu masih bisa disumbangkan. Bener kan? Masih banyak lho sodara-sodara kita di luar sana yang bahkan mau beli seragam aja nunggu ganti sekolah. Kadang ada yang udah bolong di sana-sini, bukan buat gaya, tapi karena masih banyak keperluan lain yang harus dipenuhi yang lebih penting daripada satu stel seragam baru. Bukan Cuma seragam, kadang sepatu juga bolong atau alasnya udah kebuka. Saya yakin benar mereka juga pengen punya sepatu baru, tapi keinginan itu harus dipendam dalam-dalam. Saya sangat menghargai orang-orang seperti mereka.

Well, kalo emang yang masalah disumbangkan itu terlalu gimana gitu, maka ada alasan lain. Misalnya waktu pengumuman itu kita nggak lulus, kemudian kita liat yang pada konvoi, gimana perasaan kita? “Mana saya tahu, saya kan lulus!” Ih, getok nih! Tentu aja sakit. Ibarat kita lagi patah hati habis diputusin pacar *analogi doang, saya nggak menyarankan pacaran*, trus kita jalan-jalan tapi ketemu orang yang pada pacaran. Bayangkan aja kalo misalnya kita udah berusaha sekuat tenaga buat belajar tapi hasilnya kita nggak lulus? Sedih kan? Makin merana ketika liat yang konvoi-konvoi itu. Yaaaa emang sih mereka berhak buat gembira, tapi mereka juga harus menjaga perasaan yang lain dong.

Sekedar pesan nih buat adek-adek yang baru lulus. Hidup ini terlalu singkat untuk terlalu senang dengan hal itu, Dek. Ada banyak hal lain, ada banyak orang di sekitar kita, ada lingkungan yang masih perlu kita perhatikan. Marilah kita tunjukkan bagaimana terpelajarnya orang-orang Indonesia dengan berhenti membuang-buang waktu buat kayak begitu. Udah bikin macet, bikin kesel orang, bajunya—walaupun katanya buat kenangan masa sekolah—nggak rapi macem gitu akan menyerap perhatian orang. Bukannya dianggap sebagai kebahagiaan tapi dianggap sebagai satu ekspresi kebebasan yang tidak wajar *tutupin kepala pake teflon sebelum digetok.

Okelah, mungkin kalian anggap saya kolot. Dari ulasan pertama saya juga udah dianggap kolot kok. It’s okay. Saya sudah kebal. Saya cuma pengen ngajak kalian yang saya yakin ingin membanggakan bangsa ini untuk berhenti bersikap kurang sopan. Konvoi tuh sering kebut-kebutan lho. Mana boncengan bertiga, nggak pake helm. Haduh, itu kalo misalnya ketabrak trus jatuh, kepalanya kelindes mobil ato truk, beuuuuh… kita bakal bisa melihat otak beserta cairannya. Saya nggak mendoakan, tapi kita mesti ati-ati. Bukan berarti saya nyuruh konvoi pake helm lho. Udah nggak usah pake konvoi. Coba dialihkan ke hal lain yang lebih bermanfaat. Nyumbang buat fakir miskin atau anak yatim misalnya. Itu kan juga butuh duit? Ya emang! Tapi kalo nggak mau ngluarin duit ya coba bantu-bantu kalo ada pembangunan rumah. Nggak perlu minta bayaran. Kayaknya itu jauuuuuuuh lebih bermanfaat dari pada corat-coret nggak keruan. Bikin status di fesbuk aja cukup deh kayaknya.

Setelah lulus itu masih banyak lho yang perlu kita kerjakan. Lulus bukan akhir dari perjuangan, tapi lulus itu bahkan masih awal dari perjuangan hidup. Awal perjuangan itu punya berpuluh-puluh pintu dan lulus bisa mengindikasikan satu pintu awal perjuangan sudah terbuka. Tapiiiiii… sekali lagi, ITU BUKAN AKHIR DARI PERJUANGAN. Cateeeeeeeet.

Itu aje deh dari saya kali ini.

Wassalamu’alaykum warahmatullah

^hikari_hamzah^ yang lagi galau TOEFL TT_________________________TT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: