Welcome to my greeeeeny world :D

Assalamu’alaykum warahmatullah 🙂

Wah, rasanya sudah lama saya nggak pegang laptop. Jadi pas ada kesempatan untuk nulis, maka saya langsung capcus mengutarakan opini yang ada di otak saya. Lagi-lagi opini, saya belum berani melandasi dengan al-Qur’an dan hadits. Takut salah? Pasti. Saya Cuma berusaha berlogika dengan ilmu yang tak seberapa. Saya pengen mengajak Kawan-kawan untuk berpikir lagi, lagi, dan lagi. Emang Momogi doang yang bisa?

Ngomongin niat, kita pasti udah tau dong kalo segala amal diawali dengan niat. Sedekah misalnya, ada macem-macem niatnya, ada yang pengen bener-bener mendapat ridho Allah, ada yang pengen dilihat orang, ada yang pengen melaksanakan kewajiban, dsb. Semua itu diawali dengan niat lho. Ada yang niatnya baik tapi dalam prosesnya nggak baik. Misalnya nih, niatnya sih membahagiakan orang tua, tapi waktu sekolah malah suka nyontek biar nilainya bagus, tapi niatnya tadi membanggakan orang tua. Tapi kok saya jadi bingung sih, ini yang dideskripsikan niat itu yang mana?read more

Saya sempat baca di Wikipedia tentang definisi niat:

            “Niat adalah maksud atau keinginan kuat di dalam hati untuk melakukan sesuatu. Dalam terminologi syar’i berarti adalah keinginan melakukan ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan perbuatan atau meninggalkannya.

Niat termasuk perbuatan hati maka tempanya adalah di dalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam di dalam hatinya.”

Kalo kita niat melakukan kebaikan, kita udah dapet pahala lho, apalagi kalo kita bener-bener melaksanakannya, maka kita juga dapat pahala dari apa yang kita laksanakan tadi. Beda sama niat buruk, waktu kita berniat buruk, kita belum dosa, tapi kalo udah dilaksanakan, maka kita dapet “zonk” tadi itu. Kadang banyak orang yang seenaknya bilang “yang penting niatnya”. Saya kesseeeeel banget sama orang macem begini. Niat yang bener perlu ditindaklanjuti dengan tindakan yang bener. Masa’ iya mentang-mentang bilang niatnya biar bisa melindungi cewek tapi ngontraknya campur cowok-cewek dan tidurnya dalam satu ruangan? Ini niat apa nyari kesempatan? Huh. Huh. Huh *lemparin pake botol kaca

Kayaknya kita mesti membenahi dan mengenali niat kita deh. Bener nggak sih niat kita itu baik? Atau sebenernya kita berpura-pura punya niatan baik untuk menutupi perbuatan kita yang buruk? Banyak noh di luar sana yang niatnya pengen mengenal satu sama lain tapi dengan metode yang salah (baca: pacaran sebelum akad). Atau juga banyak yang bilang mau cari nafkah tapi sambil nadahin uang negara. Nah, kalo udah begini, apa bilang sudah punya niat baik aja cukup? Nggak, Sist, Bro, buktikan niat baik kita dengan perbuatan yang baik juga. Enak aja bilang niat baik doang tapi implementasinya amburadul begitu? Mau bertak-tik sama Yang Punya Hidup? Kok?

Saya juga belum bisa membenahi niat saya kok. Masih banyak hal yang niatnya salah. Makanya itu, mari kita mulai membenahi niat dan mewujudkannya dengan cara yang baik. Insya Allah pasti ada jalan. Emang sih, niat yang baik dan perbuatan yang baik itu banyak banget halangannya, tapi bukan berarti itu membuat kita mangambil jalan pintas. Ada Allah yang selalu memberikan kita kemudahan. Napas. Napas aja kalo kita nggak dikasih kemudahan sama Allah mungkin kita udah dari kapan hari ketemu sama Malaikat Izrail. Iya apa iya?

Kalo emang kemaren banyak niat dan cara yang salah, semua itu nggak boleh bikin kita merasa udah terlanjur basah dan meneruskan basah-basahan, apalagi nyelem ke yang lebih dalam. Bahaya. Bukan Cuma kita, bahkan bisa bikin keluarga berantakan, semua mimpi tidak terwujudkan, yang ada malah setan tertawa karena bisa menjerumuskan kita. Niat, ikhtiar, doa, dan tawakal adalah satu paket yang harus dipenuhi. Niat udah baik, ikhtiar juga dengan cara yang baik, doa nggak putus, tawakal juga udah dilakukan, tapi nggak mendapat hasil yang memuaskan bukan berarti Allah nggak sayang sama kita. Malah bisa jadi hal itu bukan yang terbaik buat kita, mungkin juga Allah sedang mempersiapkan yang lebih baik, yang lebih bernilai, dan yang lebih pas buat kita. Percaya sajalah sama Allah. Dia itu nggak akan menjerumuskan hamba-Nya yang meminta dan bersabar. Apa hubungannya sama niat? Ya kalo uda niat, maka lakukan hal itu dengan kesabaran walau banyak aral melintang. Mungkin dari halangan-halangan itu, kita bisa panen pahala. Sholat jadi lebih rajin, jadi banyak merenung, banyak istighfar. Kalo ada yang bilang “Nah berarti aku Cuma datang ke Allah kalo sedih aja?” daripada nggak sama sekali ya mending begini. Masa seneng atau sedih nggak inget sama Allah? Lebih parah lagi itu. Tapi kalo bisa ya seneng atau sedih tetap datang ke Allah dengan kerinduan yang meletup-letup. Kayaknya ini mau saya bahas di lain kesempatan 😀

Itu aja deh dari saya, mesti ngelantur ke mana-mana :p Semoga kita semua bisa membenahi niat dan melaksanakannya dengan cara yang benar. Sekian. Wallahu a’lam bishshawab ^^

Wassalamu’alaykum warahmatullah 😀

^hikari_hamzah yang lagi KKN :D^

           

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: