Welcome to my greeeeeny world :D

 

Bismillaah 🙂

Assalamu’alaykum warahmatullaah 🙂

Halooooooo, sudah lumayan lama saya nggak posting tulisan dan menyapa sodara-sodara. Dua minggu ini memang ada UTS dan saya sudah janji bakal serius belajar pada dua semester terakhir ini. Hehehe.

Sekarang cuaca terasa makin panas nggak sih? Di kamar serasa sauna, kipas angin segede gitu aja nggak mempan buat meredakan heat stress—hehe—yang ada, jendela dibuka lebar-lebar pun nggak ada angin yang menerpa, saya jadi rajin banget keluar biar nggak mengeram di kamar 😀 Dan Alhamdulillah saya punya kesempatan untuk pulang, jadi bisa merasakan guyuran air hujan. Alhamdulillaah 🙂

Tapi, eh, tapi, eh, tapi… ternyata cuaca panas begini, masih adaaaa aja yang nggak sadar, masih hobi bakar-bakar. Parahnya, orang-orang ini bakar-bakar uang dan sedikit demi sedikit ‘membakar’ paru-parunya. Bikin yang ada di sampingnya merasa sebel banget. Asap knalpot kan udah dimana-mana, panas, ditambah asap rokok—yang mana bercampur sama napas orang hyuuu.

Saya sempat merasa kasian banget waktu ada orang tua yang merokok di samping bayinya. Saya ragu mereka nggak tahu kalo rokok memperbesar risiko penyakit, tapi saya rasa, ‘kebutuhan’ dan ego menjadi hal pertama yang harus dipenuhi, tidak peduli di sekitar mereka nyaman atau tidak. Kalo semua orang ingin nyamannya sendiri, lalu siapa yang mau peduli dengan orang lain? Well, emang sih, bukan berarti yang merokok itu orang jahat, nggak suka sedekah, sholatnya bolong-bolong, hobi judi, dll. Bukan berarti juga yang nggak merokok adalah orang baik, rajin sedekah, sholatnya rajin, nggak judi, dll. Jangan mengelak dengan alasan itu doooooong =..= Hampir sama kayak muslimah yang susah banget disuruh berkerudung kalo begini.

Memang benar merokok itu nggak haram (dulu seingat saya pas ngaji, rokok itu hukumnya makruh, bukan haram). Tapi, akibatnya itu lhooooo. Idih, susah banget sih kalo dikasi tahu. Udah tau yang disampingnya cemberut, batuk-batuk, atau kipas-kipas, masih aja ngerokok kayak di situ nggak ada makhluk lain yang bernapas. Sadar dooooooong! Bagi bapak-bapak, mas-mas, maupun mbak-mbak yang merokok, tolong dibaca nih: “HIDUP INI BUKAN MILIK ANDA SENDIRI!”

Memang sih, yang merokok belum tentu langsung kena kanker paru-paru, tapi apa nggak sayang sama dirinya sendiri? Mending itu dibuat beli makanan daripada ngerokok. Saya juga sebel banget misalnya ada pengamen bawa rokok, udah pasti saya males ngasih. Pikiran saya malah makin kemana-mana, jangan-jangan selain ngerokok juga ngelem? Haduh, nyumbang buat dosa dong?

Kita hidup tuh bareng-bareng. Singkirkan pikiran ‘asal saya nyaman, terserah deh sama yang lain’. Nggak Cuma ngerokok aja, masih banyak orang yang ‘semau gue’, ‘peduli setan sama orang lian, biarin aja mereka nggak dapat tempat, asalkan saya bisa nyaman melakukan apa yang saya suka’. Lihat dong, sekarang jalanan makin macet, semua pengen punya mobil, semua pengen punya kendaraan pribadi, nggak tanggung-tanggung satu keluarga bisa punya mobil atau motor sendiri-sendiri. Mempermudah dirinya, tapi nggak memikirkan lingkungan nantinya gimana. Pada akhirnya macet dan tentu saja merugikan dirinya sendiri juga *tuh kan mesti ngelantur kemana-mana*

Saya kadang serem sendiri, kalo sekarang aja udara sudah kotor begini, gimana nanti anak-cucu saya? Apakah mereka bisa menikmati indahnya tempat tanpa asap, tanpa sampah yang berserakan, dan tempat-tempat yang dipenuhi pepohonan? Bilang saja saya kolot, nggak bakat jadi orang kaya, atau emang sok peduli. Tapi mari kita coba introspeksi diri, sudahkan kita memikirkan masa depan kita? Masa depan kita bukan Cuma diri kita, tapi masa depan anak-cucu kita. Kalau semuanya pengen menang sendiri dan nggak ada yang mau ngalah, maka bisa dipastikan akan rerjadi kebosanan dan akhirnya pemberontakan besar-besaran. Ngalah itu membosankan! Makanya kita mesti bersama-sama menyadari, Kawan. Ayolah… Ayolah… Pohon-pohon itu butuh tempat, bayi-bayi itu butuh lingkungan yang bagus, dan kita butuh menjadi orang yang peduli. Jadikanlah kepedulian menjadi kebutuhan kita yang wajib dipenuhi. Insya Allah ada balasan dari Allah selama itu memang dimaksudkan untuk beribadah. Insya Allah.

Begitu dulu dari saya, semoga bermanfaat,. Maaf yang sebesar-besarnya kalau banyak kata yang menyinggung. Sedikit sekali orang yang berani mengungkapkan opininya sekarang ini. Semoga kita bisa menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Aamiin…

Wallahu a’lam bishshawab 🙂

Wassalamu’alaykum warahmatullah 😀

 

^ Hikari Hamzah yang baru selesai UTS ^

Advertisements

Comments on: "Hidup Kita Bukan Milik Kita Sendiri" (3)

  1. mahfuzhtnt said:

    Ini Tulisan Kamu, Super ALay Ternyatah.. Ahh entahlah..

  2. itulah dilema rokok dan perokok…selalu bisa ngeles cari pembenaran utk merokok..
    http://dinisked.blogspot.com/2011/04/dilema-rokok.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: