Welcome to my greeeeeny world :D

Bismillaah…

Bukan tentang Romeo-Juliette, juga bukan tentang Layla-Majnun, tapi ini tentang Bubu-Yinyin yang mati akibat perpisahan (sepertinya begitu sih). Adalah saya yang berbuat begitu kejamnya pada mereka berdua. Tunggu, ini bukan karena saya memang benar-benar jahat, saya jahat sih, tapi sedikiiiit, sedikit sekali hingga sanggup membuat Yinyin dan Bubu mati karena cinta. Huaaaaaaaaa… *ngunyah bantal*

Sebagai seseorang yang sangat protektif pada anaknya (baca: piaraannya), saya selalu mencoba membuat Yinyin senang dengan makanan dan kandangnya. Kadang teman-teman saya heran karena kangkung dan sawi yang saya berikan lebih cocok dibuat oseng-oseng daripada dijadikan pakan kelinci. Mereka lebih jahat kan? Bagi saya, kangkung yang dimakan Yinyin tidak cukup layak, sayangnya saya nggak punya banyak uang buat traktir dia makan banyak-banyak.

Sejak dilepaskan oleh teman-teman koass, Yinyin resmi menjadi teman hidup saya di lab. Sering juga saya dimarahin Mas Deni gara-gara Yinyin saya ajakin puasa Daud. Emang sih, kadang kalo saya harus ambil sampel ke Malang, saya nggak sempat beli pakan buat Yinyin. Tapi Yinyin hidup, tetap gendut, tetap pendiam, dan tidak agresif.

Namun, apa yang kemudian terjadi membuat saya shock! Awalnya saya biasa aja sih, soalnya kelinci tetangga kan kandangnya sendiri, nggak campur sama Yinyin. Saya suka aja gitu liat ada kelinci yang lebih imut. Tapi, semuanya berubah menjadi malapetaka ketika si brondong itu mulai loncat keluar kandang. Mulanya saya pikir nggak apa deh, toh dia nggak masuk ke kandang Yinyin, dia Cuma jalan-jalan aja di meja. Hanya saja, tuh brondong beneran deh buang kotoran sembarangan, meja jadi penuh kotoran dan pipisnya ==”

Hingga suatu pagi ketika saya dengan bahagianya bawa makanan, saya lihat dia! Iya, dia yang dimiliki Mbak Nadia, ada bersama Yinyin! Mereka satu kandang! Dempet-dempetan! Keliatan mesra! Keliatan bahagia! Oh noooooo, Mamaaaaaaaaaa~~~

Image

sumber: peternakkelinci.blogdetik.com

Saya histeris dong tentu aja! Saya merasa bertanggung jawab atas ketidakamanan Yinyin. Gimana bisa Si Bubu masuk tanpa izin ke sayaaaaaa? Saya kan nggak terimaaaaaa! Lalu tanpa banyak cerita saya pindahkan Bubu kembali ke kandangnya. Tapi apalah daya, dia sudah kadung kepincut sama Yinyin, setiap dipindah, dia akan kembali lagi menemui Yinyin. Selalu. Tanpa izin saya.

Saking sebelnya saya, hari itu saya tutup kandang Bubu pake besi, biar dia nggak keluar lagi, saya belum siap kalo Yinyin bunting, beneran deh. Ntar kalo nggak bisa diambil darahnya gimana? Padahal saya piara dia karena keperluan bikin Blood Agar.

Paginya, Mas Deni heboh banget bilang Yinyin sekarat. Aduuuuuh, saya bingung seperempat sadar. Gimana bisa Yinyin yang kemarin sehat  tiba-tiba sekarat? Saya capcus menuju kampus, menemui Yinyin terkasih. Tapi waktu di kampus, Yinyin baik-baik saja. Mau makan, mau saya elus-elus, bahkan mau tetap hidup di samping saya.

“Emang kelincimu yang mana?” tanya Mas Deni ketika saya protes.

“Yang sebelah situ, Mas.”

“Tapi tadi dia diem aja lho, dua-duanya tadi nunduk.”

“Kelinciku gapapa, Mas.”

“Oh…” Mas Deni meringis memperlihatkan gingsulnya. Ealah, Mas, Mas ==” Pehlis yaaaaa.

Tapi, Sodara-sodara, beberapa menit kemudian ketika saya menengok Bubu, dia tergeletak lemas, tak berdaya, tak kuasa! Saya pontang-panting ambil PZ, Bubu saya letakkan di meja, dan… bruk! Bubu jatuh ke lantai. Saya melongo aja gitu liat dia kelojotan… Huaaaaaaa, saya takut ntar matinya kayak Bubu Ya Allah Ya Allah…

Akhirnya karena saya udah terlanjur bawa PZ, saya suntikin aja sekalian deh, habisnya Bubu dehidrasi. Tapi ternyata nggak membantu sama sekali, dia masih aja kelojotan. Haduuuuuuuh. Mana yang punya nggak dateng ==” Setelah sekian menit dalam keadaan menyedihkan begitu, Bubu pun dipanggil oleh Yang Maha Kuasa 😥

Mas Deni bilang saya yang bikin Bubu mati karena dia jatuh dari meja, saya uring-uringan ke Mas Deni karena nggak bantuin saya jaga Bubu. Kami berdua sama-sama nggak mau disalahin. Mbak Nadia juga malah nggak tau ada di mana, tapi dia bilang gapapa. Ya sudah. Begitu akhir cerita Bubu.

Lain Bubu, lain Yinyin. Dia masih hidup ketika temannya mati, dia masih mau makan, malah lahap banget. Sedangkan kalo Bubu kemaren kan emang udah nggak mau makan, nggak mau minum, nggak mau loncat. Karena tiga hari saya akan ke Jogja, maka saya membelikan banyak makanan buat Yinyin, biar dia nggak kelaparan.

Perjalanan ke Jogja tidak membuat saya tenang. Kepikiran Yinyin, rundown acara yang bisa dibilang nggak terlaksana dengan baik, juga kepikiran bakteri. Saya khawatir banget Yinyin kangen sama saya. Soalnya saya biasa ngajak ngomong Yinyin, ngajakin dia curhat, entah itu masalah skripsi, masalah jodoh, masalah uang, ya yang penting dia merasa diperhatikan gitu lho.

Kepergian saya ternyata memang benar-benar tidak tepat. Sehari setelah saya kembali, Yinyin tergeletak dengan mata terbuka. Dia kembali ke Rahmatullah… Huaaaaaaa 😥 Saya rasa bukan cuma karena dia saya tinggal sendirian, tapi karena sebelumnya terpisah dengan Bubu. Kisah cinta mereka di kandang yang sempit dan kotor, mereka yang saling menguatkan dan menghangatkan, mereka yang bahagia ketika bersama, akhirnya mati meskipun tidak di waktu yang sama. Mungkin memang cinta… atau bukan?

Saya mencoba mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi, lain kali (jika memang ada lain kali) saya tidak akan memisahkan kelinci dari kelinci yang lainnya. Mereka akan kesepian dan stres, lalu mereka bisa saja segera mati dan meninggalkan kita yang masih rindu keimutan mereka.

Cinta atau pun bukan, saya rasa saya mengambil peran penting pada kematian mereka.

Selamat tinggal, Yinyin, Bubu, Mama menyayangi kalian, Nak… Semoga cinta kalian bersemi indah di sana :’)

^Cahya Andina Thalib yang sedang penelitian dan belum selesai *nangis bombay*^

Sumber gambar: peternakkelinci.blogdetik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: