Welcome to my greeeeeny world :D

Assalamu’alaykum warahmatullaah…

Bismillaah… 🙂

Karena saya biasa tanya kabar, maka saya tetap akan tanya kabar. Gimana? Baik? Alhamdulillaah…

Well, sesuai judul di atas, yang mau saya bahas memang K-Pop dan symbol-simbol yang biasa dipakai untuk memperlihatkan mereka bagian dari Illuminati. Pernah baca Da Vinci Code atau The Lost Symbol? Yap, Illuminati dan Freemason, dua organisasi yang berbeda tapi satu jenis. Pernah juga saya baca bahwa Illuminati menggandeng Freemason dan akhirnya sadar atau tidak Freemason ini “dikuasai” oleh Illuminati. Entahlah. Masih kurang yang saya baca tentang itu. Saya ngeri sebenernya ketika baca tulisan “New World Order”. Dunia yang seperti apa? Saya sangat tertarik untuk mempelajari gerakan mereka. Hingga kemudian ketika saya mulai berpikir (jarang mikir hahahaha), saya sadar, betapa saya menerima kedatangan mereka tanpa curiga. Menyedihkan.

Suka K-Pop? Kenapa? Karena cantik-cantik dan tampan-tampan? Karena kisah hidup mereka yang menggetarkan? Karena lagu-lagu mereka yang easy listening? Well, alasan itu sebenarnya juga menjadi alasan saya kenapa saya suka K-Pop. Awalnya saya kenal SuJu tahun 2009 silam dengan lagunya yang nge-hit: Sorry Sorry. Padahal tahun segitu saya masih suka banget sama Padi, Sheila On 7, Kahitna, Kerispatih, dll. Tapi ternyata kedatangan SJ ke pikiran saya kemudian menjadi gerbang terbukanya K-Pop ke kehidupan saya. Menyesal? Saya rasa iya.

Sebelum membuat tulisan ini, saya memang sambang ke beberapa blog untuk melihat respon dari yang K-Popers sampai yang bukan. Kalo yang bukan, jelas akhirnya bilang kalo K-Pop itu banyak symbol-simbol, tapi yang K-Popers walaupun nggak menolak adanya symbol itu, mereka akan mati-matian membela idola mereka. Begitu jugakah dengan pembaca? (emang ada yang baca? Kepedean ==”). Apakah saking terbiasanya sampai kita tidak peka bagaimana kita “dirasuki” oleh symbol-simbol? Masalahnya, symbol adalah satu hal yang penting. Simbol dapat menjadi “ciri” dari kelompok tertentu bahkan ritual tertentu. Bagaimana kalau itu adalah symbol untuk pemujaan setan? Let’s think objectively, Pals.

Saya nggak akan menyangkal, saya memang pendengar K-Pop dan mengoleksi MV mereka. Ada beberapa yang awalnya saya pikir tidak mengandung symbol, tapi ketika saya baca di internet, saya membelalakkan mata. Kok bisa saya nggak kepikir sampai situ ya? Karena memang nggak ada apa-apa kah? Atau karena saya telah terbiasa melihat yang begitu?

Saya penggemar INFINITE, selain karena si Abang leader yang galak itu suaranya bagus, saya lihat mereka cukup cowok, nggak menye-menye. Tapi saya nggak menolak kalo MV mereka sarat dengan symbol-simbol. Yang paling anyar—Destiny—punya opening yang bikin saya ternganga, “Wow, udah mulai terang-terangan nih!”. Jelas, L menutup sebelah matanya. Lalu di saat bagian reff, ada dance-nya yang mereka sama-sama menutup sebelah mata. Kebetulan kah? Saya pikir tidak. Karena di MV-MV sebelumnya mereka memang sudah pakai “ciri” tersebut. Kalau saya tidak salah lihat, motif baju Sunggyu di BTD adalah segitiga. Coba dipelototin. Lagipula ada juga gerakan tutup sebelah mata di MV tersebut. Ada lagi, The Chaser yang menurut saya konsepnya menakutkan. Segitiga di mana-mana, segienam juga ada di akhir MV. Ah, waktu saya pelototin lagi, dari awal memang sepertinya banyak symbol segitiga di MV Infinite, entah itu dari property atau dari baju mereka. Kebetulankah? Saya rasa tidak.

Bukan maksud saya menjelek-jelekkan Infinte. Bukan. Awal tadi saya bilang saya suka dengan Infinite, tapi saya ingin lebih objektif saja menilai. Lagipula, karir Infinte memang sedang menanjak. Lagi-lagunya mulai jadi nomer satu setelah dirilis. Iya, iya, itu karena mereka punya talenta. Tapi, mereka (Infinite dan yang lain) secara sadar atau tidak, ternyata menyebarkan dan memasukkan symbol itu ke pikiran kita hingga akhirnya kita santai saja. Taktik yang hebat dari “New World Order” bukan? Kita dijauhkan dari al-Qur’an dan secara lapang dada mendengarkan lagu-lagu mereka lalu mulai mencintai mereka.

“Mereka nggak tahu apa-apa. Mereka cuma disuruh.”

Bisa jadi begitu atau tidak. Tiap pembuatan MV, pasti ada sutradara, saya nggak tau apakah konsep property disediakan sutradara juga. Seperti di MV B1A4, sejak rilis Baby I’m Sorry, saya sudah mulai mikir, “Lah, ini, mulai deh terang-terangan!”

Mari kita berpikir, kenapa mereka akhirnya terang-terangan? Tidakkah karena kita sudah menerima dan menganggapnya normal saja? Coba lihat acara Music Bank di Jakarta, awalnya akan ada bagian-bagian di Indonesia yang diperlihatkan. Saya rasa aneh ketika menyorot masjid dan menunjukkan bahwa negara yang sedang mereka singgahi adalah negara yang 80% penduduknya memeluk agama Islam. Emangnya kenapa gitu kan? Jangan terlampau positive thinking untuk hal yang seperti ini. Kita nggak tau apa yang mereka pikirkan. Tapi, kalo saya pribadi berpikir bahwa mereka bilang, “See, negara yang mayoritas muslim saja bisa kita masuki dengan music dan symbol-simbol!”

Bukan isapan jempol bila kita lihat muslimah yang berkerudung banyak di acara tersebut, ikut lonjak-lonjak, teriak-teriak memanggil idola mereka. Bahkan ibu-ibu yang pantasnya punya anak seumuran “Idol” pun ada di sana, menikmati acara tersebut, ikut menjadi penggemar. Begitu hebatnya Hallyu Wave ini. Sekedar untuk bersenang-senang kah? Saya rasa tidak. Ada misi. Ada misi. Ada yang akan dilakukan pada kita.

Saya pecinta musim gugur, salah satu negara yang ingin saya kunjungi adalah Korea atau Jepang, tapi saya tidak menyangkal bahwa kita sudah mulai terjajah lagi. Sebagai seorang muslim atau sebagai warga negara. Coba baca website Ust. Abdur Rauf, muallaf (sebenernya nggak juga karena beliau sudah lama masuk Islam) yang kemudian mewanti-wanti kita untuk tidak lagi melihat K-Drama maupun K-Pop. Beliau orang Korea lho, tapi beliau tau “bahaya” yang mengancam dari pertunjukan tersebut.

“Tergantung iman kita kok!”

Di lubuk hati paling dalam, saya yakin ketika fakta ini kita ketahui para muslimah yang K-Popers, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa di lubuk hati kita yang paling dalam, kita akan merasa sedih, merasa takut, merasa gundah. Tapi, yakinlah, nurani di hatimu inshaaAllah tak akan memberikan berita yang salah. Di detector hebat untuk memutuskan mana yang benar dan salah. Kita kurangi sedikit demi sedikit yuk. Saya juga begitu kok, saya juga sedang belajar. Ingatlah bahwa di meja kita ada yang menunggu kita untuk menjamahnya. Masih berdebukah al-Qur’an kita?

Wassalamu’alaykum 🙂

Kamar Kos Tercinta, 28 Juli 2013

08:21 AM

Advertisements

Comments on: "K-Pop dan Simbol-Simbol: Sudah Tahukah Kita?" (18)

  1. duwi,putra said:

    keren ya bikin blognya. 😉

    • hikarihamzah said:

      blog saya mah polos banget, nggak banyak pernak-perniknya ==” Terima kasih sudah berkunjung 🙂

  2. untg ak g sk k-pop …
    nonton sg cewek2 tambah bahaya, pameran pupu hare..tinggal tambah tepung, dadi paha goreng wes

    • hikarihamzah said:

      Kalo ke KFC, pahanya harus bayar, kalo ini gratis bisa diakses di youtube ==”
      Nonton yang cowok pun bahaya. Apalagi yang suka cowok unyu2, bisa2 dia nggak mau nikah karena nggak nemu cowok unyu.

      • dulu kayaknya cuma hollywood made yg gitu, sekarang asia timur pun sudah dikuasai juga
        kalo aku nggak demen k-pop, tapi manga dan kartun jepang
        dan belakangan baru sadar, emang banyak simbol2 itu dari dulu, akunya aja nggak sadar
        di digimon, ninja saga, naruto, uakeh wes
        dan parahnya, sebagian besar cuma bilang “kebetulan” lah, nonsense lah..astaghfirullah
        ngeri yo akhir jaman ==

  3. Hmm..saya dari Malaysia. Punya opinion yg sama. Boleh tahu website ustaz yang kamu nyatakan itu

  4. park min young said:

    jadi sedih q, ju”2r aq juga penggemar infinite………. 😦

    • hikarihamzah said:

      Saya juga (dulu), tapi lama-lama nggak juga 😀 Apalagi setelah menikah. Cowok-cowok lain kayak pohon 😀

  5. Assalamualaikum.
    Wah,aku juga baru tahap kembali ke kehidupan sebelum jadi K-popers.
    Terima kasih informasinya 🙂

  6. Assalamualaikum.
    Terima kasih atas informasinya.
    Setahun terakhir ini saya jadi kpop,sekarang sedang mencoba kembali ke kehidupan sebelum menjadi kpop.

    • hikarihamzah said:

      wa’alaykum salam…
      Nggak gampang, tapi juga nggak susah-susah amat kok. Yuk kita balik ke kehidupan yang lebih baik 🙂

  7. kokoro said:

    assalammualaikum.
    terima kasih atas nasehatnya ttg jgn tergila2 dgan kpop.saya juga sedang berusaha untuk tdak suka lgi dengan kpop aplgi exo yg ktanya juga illuminati.saya akan berusaha buat kmbali mnjadi muslimah yg sbnrnya dan tak suka kpop lgi

    • hikarihamzah said:

      Wa’alaykum salam…
      Yuk, yuk, kita sama-sama belajar buat lebih fokus menjadi muslimah yang dicintai Allah.. 🙂

  8. sungguh,sayapun kini sedang dalam keadaan kritis hati dan pikiran,,,,pingin berubah menjadi pribadi seorang muslim yang selayaknya,pingin bisa keluar dari kefanatikan yang maha overdosis terhadap artis2 korea yang saya “cinta” (saya rasa).. ya saya tau,ini sudah sangat berlebihan… masa cintanya sama hal macam itu? lalu bagaimana cinta saya pada yang Maha Penuh Cinta? kering kerontang!! saya merasa jauh dari Allah.. saya ingin keluar… dari “tipuan sandiwara ini”

    • hikarihamzah said:

      Tidak ada kata terlambat untuk benahi diri. Allah Maha Baik. Kita cuma perlu ingat apa yang sudah Allah beri biar kita nggak berpaling dari-Nya. Mari, mari, kita benahi diri kita. Allah pasti bangga sama pemuda-pemudi yang begitu mencinta-Nya. Baca-baca kisah Rasulullah sama sahabat bisa jadi booster iman kita. Kalo saya sih suka banget baca kisahnya Umar bin Khaththab 🙂

  9. Assalamu’alaikum.
    Terima kasih ukhti sudah mengingatkan. Jujur saya juga suka sekali dengan infinite. Bahkan sangat mnyukainya karena talent mrka. Tpi setelh baca2 bbrpa blog. Dan saya perhatikan MV trbaru. Ada bnyk lambang trsebut. Saya smpet mengelak. Tpi stlah baca blog INI saya Sadar.
    Sedikit saya akan mengurangi untk kmbali dsaat saya blm mengenal k pop. Terimakash sudah mngingatkan.

    Jazakillah. Untk semuanya…

    • Cahya Andina Thalib said:

      Wa’alaykum salam, Ukhti. Iya, saya pun pada saat nulis ini sudah bertekad mengurangi, sampai sekarang masih belajar mengurangi. Meski kadang kecolongan juga (karena dulu hapal, susah menghapusnya). Well, lagu mereka memang easy listening. Tapi jujur, jadi malu kalau masih suka k-pop. Apalagi karena sudah menikah. Sudah nggak jamannya hehehe.
      Saya juga berterima kasih sudah diingatkan kembali bahwa saya pernah menulis ini. Wa jazakillahu khair 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: