Welcome to my greeeeeny world :D

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaykum warahmatullaah :’)

Semoga syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu menghiasi hari-hari kita sehingga nggak jadi hamba yang nggak tahu diri :’)

Sholawat juga selalu tercurahkan untuk Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam yang bahkan di akhir hayatnya masih memikirkan kita :’)

Gimana keadaan hatinya hari ini? Semoga baik ya waktu baca ini, pake basmalah dulu dan diadem-ademin dulu karena topik yang saya bahas memang sensitif. Jantung saya udah deg-degan gak keruan waktu nulis ini. Takut menyinggung, tapi kalo nggak nulis saya takut banyak yang makin terperosok. InsyaaAllah ini saya tulis hanya karena saya menyayangi kalian, karena saya nggak ingin lihat makin banyak korbannya, makin banyak yang kemudian nggak tau dan nggak mau tau.

Sekali lagi, bismillaahirrahmaanirrahiim… *tarik napas panjang*url

Magnet aja bisa membedakan? Yap, dia bisa lho menolak yang sekutub dan menarik yang beda kutub. Dia MENOLAK yang sekutub. Pernah baca dong? Pernah praktik itu juga? Dari situ saja sebenarnya bisa kita ambil pelajaran. Bahwa ternyata yang ‘sama’ harusnya menolak. Ini khusus saya analogikan sama (maaf) homoseksual *detak jantung makin nggak keruan takut diperangi*

Analogi lagi, gembok nggak akan terbuka kalo dijejali gembok. Karena ya mereka sama aja, mereka butuh kunci. Sandal juga nggak akan klop kalo dipake yang kiri-kiri, mesti ada kiri-kanan sebagai penyeimbang yang saling melengkapi.

Merebaknya fenomena homo (gay dan lesbian) membuat saya merinding. Gimana nggak kalo mereka bahkan sudah terang-terangan? Apalagi dengan adanya salah satu duo yang dari penampilannya bisa membuat orang berpikir mereka adalah lesbian. Saya nggak bilang mereka lesbian, tapi ternyata setelah saya stalking ke grup yang di dalamnya adalah orang-orang begitu, mereka mendengarkan lagu duo tersebut dan seakan menjadikan lagu tersebut sebagai gambaran perasaan mereka saat itu. Pun ketika duo tersebut manggung, maka yang datang biasanya ‘pasangan’, yang satu rambut cepak dan yang satu rambut panjang, atau bahkan banyak yang berpenampilan seperti lelaki. Kita bisa lihat dari nama facebook: butch, femme, andro.

‘Afwan karena mungkin saya kurang bisa menjabarkan apa yang membuat kaum gay menjadi lebih berani karena sampai sekarang saya susah mengenali gay. Analisis saya sih, mungkin dengan adanya artis yang mulai berani mengakui bahwa dirinya adalah gay maka banyak juga yang ngikut. Jebolan American Idol pun sudah terang-terangan mengaku bahwa dia gay. Merebaknya pakaian cowok yang ketat dan mengekspos tubuh juga mungkin menjadikan kaum gay ini mampu menarik minat gay yang lain. Waktu saya coba gugling dan mencari kata ‘komunitas gay facebook’, astaghfirullaah… itu banyak banget hasil yang muncul. Pas saya stalking, rata-rata mereka perkenalan pakai top atau bottom *bergidik ngeri*. Nah kalo komunitasnya begini besar gimana nggak berkembang? Padahal sudah ada di ayat al-Qur’an tentang pasangan lelaki dan perempuan:

“Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan.” (TQS. An-Najm: 45)

akhwat-n-ikhwan

            Pernah baca kisah Nabi Luth ‘Alaihissalam? Bagaimana nasib kaumnya? Mereka dihujani batu. Mereka dibinasakan. Nabi Luth sudah menyeru mereka untuk meninggalkan hal keji tersebut, tapi mereka malah berusaha mengusir Nabi Luth dari negeri mereka.

“Dan sungguh, dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tapi mereka mendustakan peringatan-Ku. Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku! Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap. Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!” (TQS. Al-Qamar: 36-39)

“Dan (kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini) – Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.’ – Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.’ – Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. – Dan kami hujani mereka dengan hujan (batu).  Maka perhatikanlah kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (TQS. Al-A’raf: 80-84)

“Dia (Ibrahim) berkata, ‘Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?’ – (Mereka) menjawab, ‘Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa, kecuali para pengikut Luth. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya, – kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal (bersama orang kafir lainnya).’ – Maka ketika para utusan itu datang kepada para pengikut Luth, – dia (Luth) berkata, ‘Sesungguhnya kamu orang yang tidak kami kenal.’ – (Para utusan) menjawab, ‘Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan. – Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh kami orang yang benar. – Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.” – Dan telah Kami tetapkan kepadanya (Luth) keputusan itu, bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh. – Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu). – Dia (Luth) berkata, ‘Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku, – dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.’ – (Mereka) berkata, ‘Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia? – Dia (Luth) berkata, ‘Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat.’ – (Allah berfirman), ‘Demi umurmu (Muhammad), sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).’ – Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit, – maka Kami jungkir balikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. – Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda, – dan sungguh (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). – Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.” (TQS. Al-Hijr 57-77).

Sebenarnya masih ada 4 kali lagi kisah kaum Nabi Luth diulang dalam al-Qur’an. Udah jelas banget kan kalo Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai bahkan menurunkan azab yang amat pedih bagi orang-orang homoseks? Karena tentu aja fitrah manusia adalah menyukai lawan jenisnya. Nggak ada contoh dari para Rasul terdahulu buat ‘menyukai’ sesama jenis.

Ada banyak hal yang memang bisa mempengaruhi orientasi seksual individu: keluarga, lingkungan, dan juga diri sendiri. Keluarga yang membiarkan anggotanya untuk tetap berperilaku tidak wajar seperti cowok yang suka main boneka atau cewek yang suka main mobil-mobilan, maka nggak menutup kemungkinan sikap itu akan membuat anggota keluarga tersebut merasa benar, sehingga dia dengan nyamannya menjadi yang nggak semestinya. Lingkungan juga, apa yang dilihat apa yang didengar bisa menjadi pemicu untuk membenarkan apa yang terjadi pada dirinya, akhirnya dia makin terjerumus. Tapi, yang paling berpengaruh adalah diri sendiri. Ketika sudah sadar bahwa ada yang aneh dari dirinya, maka harusnya dia mulai meyakinkan diri bahwa apa yang terjadi tidak sesuai dengan fitrahnya. Emang sih ada kemungkinan  karena hormone, tapi pengobatan dan medis yang berkembang sekarang memungkinkan untuk mengembalikan jumlah hormone tersebut ke yang wajar gitu lho.

Orang tua juga harusnya mulai mengerti dan memahami. Misalnya anaknya mulai berperilaku yang aneh, berpakaian yang tidak wajar (cewek kayak cowok dan cowok kayak cewek), membawa teman yang cewek nggak cewek cowok nggak cowok, harus mulai bertanya kenapa dengan anaknya, mulai mencari tau apa yang dilakukan anaknya. Tapi kemudian nggak harus mengintimidasi dan menyalahkan sepenuhnya anak tersebut. Ortu juga mesti introspeksi diri, apa yang dulu sudah dilakukan, apa yang salah dari cara mendidik atau menyampaikan sesuatu, apa yang selanjutnya mesti dilakukan.

Lingkungan yang berperan juga mesti banyak membantu penyembuhannya, misalnya nggak malah memperbolehkan aktivitas tersebut, memberikan dukungan untuk dia balik ke jalan yang benar, ngajakin ke pengajian mungkin, pokoknya diusahakan dia ngerti apa yang dilakukan salah dan dia harus balik demi kebahagiannya sendiri.

Tapi yang jelas paling berperan adalah diri sendiri. Dia mesti menjauh dari komunitas yang akan semakin menjerumuskannya. Dia mesti sadar apa yang dilakukannya melanggar fitrah, melanggar perintah Allah, dan bisa berakibat fatal baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain terutama orang tua. Gimana coba perasaan ortu kalo tau anaknya suka sesama jenis? Nggak akan terbayang di benak sang anak kalo ortu bakal menderita hebat gara-gara perilaku anaknya yang menyimpang. InsyaaAllah bakal sembuh kok. Yang penting niat taubatnya itu kuat dan dia berusaha keras buat itu.

Tugas kita juga sebagai muslim adalah jangan pernah membiarkan itu terjadi. Tolak apa pun yang berkaitan dengan itu. Kalo mereka punya komunitas yang bisa menguatkan mereka berada di jalan yang salah, maka kita juga harus berada dalam satu barisan dan menyampaikan dengan cara yang baik bahwa mereka berada pada jalan yang salah. InsyaaAllah dengan pemahaman yang baik, dengan penyampaian yang baik, dengan penolakan yang teguh pada hal-hal semacam itu, akan mendatangkan hasil yang baik pula. Nggak ada kan yang pingin dapat azab yang pedih?

Jika setiap individu punya hak yang disebut Hak Asasi Manusia, maka yang harus diketahui adalah ternyata

ALLAH SUBHAANAHU WA TA’ALA YANG PALING BERHAK ATAS DIRIMU

Wallaahu a’lam bishshawab…

Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala menguatkan kita menuju jalan kebaikan yang diridhoi-Nya. Aamiin :’)

Maaf bila ada kata-kata yang menyinggung, semoga bermanfaat bagi kita.

Wassalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu

Rumah Cinta, 30 Agustus 2013

10:42 PM

Cahya Andina Thalib

Advertisements

Comments on: "Magnet Saja Bisa Membedakan" (3)

  1. bener bgt cha.ngeri, aku pernah tau bahwa slh1 tmnq termasuk kaum magnet sekutub, lgsg tak remov dr fb xp
    ngeri bgt euy..semoga mereka sgera sadar…

    • hikarihamzah said:

      Aku juga ada yang gitu, Mas, belum aku remove. Aku ‘memanfaatkan’ dia untuk tau hal2 beginian, biar aku juga tau grup2 fb yang ada gininya. Kaum belok itu ga sadar mereka cuma jadi mainan setan 😦
      Allahumma aamiin… semoga segera sadar… kasian lho… 😥

  2. btw, bwt apa takut diperangi sama yg begituan? kan kamu mengingatkan ttg yg benar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: