Welcome to my greeeeeny world :D

Rindu di Petak yang Sama

“Sebenarnya rindu juga cemburu.. Mendengar mereka bercakap tentang agenda ini itu.. Melihat proker yang terlaksana dalam komitmen untuk menyatu.. Saya cemburu, ketika mereka dengan wajah gembira, senyum bahagia, dan kalimat-kalimat saling menyemangati selalu teruntai untuk tak putus asa. Saya rindu.. Tapi tugas tak hanya di sana.. Ada lokasi yang harus dibagi. Tak apa asal kita tetap menanam di ladang ini: ladang dakwah. Bismillaah..”

            kucing

                Pertama, tolong jangan salah paham dengan status yang saya tulis beberapa minggu lalu. Status itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pernikahan. Bahasanya mungkin rada romantis, tapi asli deh itu bukan masalah pasangan, yang saya bicarakan adalah masalah organisasi. Eh, kok saya jadinya kayak lagi kayak sensi? Ahahahaha…

            Berawal dari kegiatan saya yang Cuma muter-muter kampus doang, lalu duduk-duduk bersama teman-teman senasib sepenanggungan (baca: belum lulus), adik angkatan saya tiba-tiba duduk di samping saya, saya lupa dia cerita apa, yang jelas setelah saya tanya bagaimana kelanjutan penelitiannya, jawabannya sampai pada dia tidak jadi mempercepat lulus. Selain karena belum ada kejelasan tentang beasiswa, dia bilang dia juga sedang mendapat amanah untuk memegang departemen Syiar di LDK (Lembaga Dakwah Kampus) kami—UKMKI.

            Deg! Ah, masih terukir jelas keinginan saya untuk ada di sana. Padahal apalah artinya kalau saya di sana, paling Cuma bikin orang kesel, saya belum bisa fokus, seperti saat saya ada di LDF. Pernah ditegur oleh mas’ul, kenapa saya bisa fokus dan total di acara yang umum, tapi nggak mau berkontribusi di acara LDF. Sedih mendengarnya, ternyata saya sama sekali tidak punya sumbangsih terhadap dunia dakwah. Alasan-alasan yang saya kemukakan hanya akan memperlihatkan betapa lemahnya saya.

            Setelah adik angkatan saya bercerita, datanglah teman seangkatan saya. Di UKMKI, mereka masuk satu departemen. Pas banget makin menambah galau hati saya *deuuuuuu*. Saya berasa ada di dimensi lain, kayak bisa liat mereka tapi mereka enggak bisa liat saya. Ngenes daaaaah. Cuma dengerin sambil berharap acara mereka sukses.

            Beberapa hari yang lalu, teman seangkatan saya ini—Ukhti D—main ke tempat saya. Ukhti D tanya ke saya apakah saya masih di PJ, trus apa masih di FLP (afwan ya, teman-teman, untuk sementara waktu belum bisa ikut kumpul, maaaaaaf bangeeeeeet), trus apa lagi sekarang yang diurusin… Ya udah saya cerita aja semuanya dengan wajah berbinar-binar a la saya (enggak usah dibayangin karena pasti yang muncul wajah evil saya ahahahaha).

           “Ana sebenernya kalo liat adek-adek yang sekarang di LDK tuh merasa kayak iri banget… Mereka bisa ini-itu…Ana tuh pingin bisa tetep di organisasi dakwah… Makanya tadi ana tanya-tanya sama anti…”

            Saya kaget sekaligus haru. Ternyata bukan saya aja yang merasa kayak gitu, ternyata ada ikhwah lain yang juga merasakan kecemburuan yang sama.

            “Ya Allah… Ukh, sebenernya aku malah yang cemburu sama samean (kamu tapi lebih halus)… Aku merasa iri banget waktu samean bisa menyibukkan diri di UKMKI, sedangkan aku sama sekali nggak masuk ke sana… Ya Allah, Ukh, ternyata kita bisa saling mencemburui gitu ya… Dan cemburu yang kayak begini tuh… Subhaanallaah…”

            “Subhaanallaah, Ukh… Subhaanallaah…” lalu kami berpegangan tangan (enggak boleh iri weeeee :p)

             Gitu ya ternyata? Saya bener-bener merasa bahagia, ternyata kami masih sangat merindukan aktivitas itu, rindu dalam satu petak yang sama. Tapi kami tahu bahwa ladang yang disemai tidak cuma satu. Saya mungkin nggak bisa di UKMKI. Saya sendiri sadar kinerja saya selama di LDF tidak dapat disebut baik, bahkan jauh dari kata baik, makanya wajar kalo saya nggak dilamar jadi pengurus di LDK. Tapi hal itu yang kemudian membuat saya merasa harus ‘membayar’ atas apa yang sudah saya lakukan. Saya nggak boleh begitu lagi. Mungkin memang kapasitas saya nggak cocok atau nggak mumpuni di LDK (sebenernya saya juga nggak yakin bisa cocok di semua organisasi, apalagi kalo sudah mulai ‘sok’ sibuk). Tapi saya akan berusaha di lain tempat.

            InsyaaAllah sekarang saya diberi amanah di Peduli Jilbab, jadi salah satu crew Tim Kreatif. Padahal artwork baru juga bikin dua, itu pun nggak bagus, terlalu simple 😀 Di FLP saya ikut jadi anggota Kaderisasi dan Kurikulum (beneran deh, saya merasa bersalah ninggal FLP berkali-kali, tapi tolong kalo ada anak FLP yang baca, saya dimaafkan ya… Semoga saya bisa balik lagi ke sana bareng kalian). Semoga ini semua bisa jadi ladang amal saya, ladang dakwah yang disemai bersama dengan tujuan mendapat ridho Allah Subhaanahu wa ta’ala 🙂

            Allahu Akbar!

            Wassalam :’)

Kamar kos, 20 Desember 2013

7:09 AM

^Cahya Andina Thalib yang masih ngurus skripsi heuuuuuu^

Advertisements

Comments on: "Rindu di Petak yang Sama" (4)

  1. Mbak-mbak… temen2 di FLP kesepian lho gak ada sampeyan. Wkwkwk LOL.
    Pokoknya bawa oleh2 kalau mau pulang ke FLP. :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: