Welcome to my greeeeeny world :D

Assalamu’alaykum… 🙂

            Bagaimana kabarnya? Hari ini sudah masuk hari ke-18 di bulan suci Ramadhan. Puasanya masih full? Saya sih enggak, menyesuaikan aja dengan kondisi janin yang ada di rahim saya 😀

            Bagi para pecinta sinetron, saya mungkin bakal dihujat habis-habisan. Sinetron kan salah satu hiburan yang bisa dinikmati sepulang sekolah atau kerja. Tapi tetep aje, sinetron yang dipilih mesti berkualitas dong, minimal masih logis.

            Saya nulis ini karena geram abis sama salah satu sinetron kejar tayang yang nongol di primetime. Ini sinetron nggak cuma alay, tapi nggak mendidik banget. Sebenernya saya liat sih stasiun TV swasta tersebut nggak punya sinetron berkualitas kecuali PP*, itupun Cuma ditampilkan waktu Ramadhan.

            Kenapa sih saya geram? Kan saya nggak ikutan nonton?

            Jadi begini, Sodara-sodara. Sinetron yang katanya nyontek pilem luar negeri sono itu sudah berhasil membuat sepupu saya yang masih SD jadi nggak fokus belajar. Kalo malem tontonannya itu. Alasannya? Teman-teman di sekolah nonton itu, mereka bakal ngomongin itu, mereka bakal berkasak-kusuk ngomongin cowok ganteng yang ada di situ. Kalo ga tau? Ya udah bye bye, bakal dianggap jadul.

            Gak Cuma sinetron yang itu aja, hampir semua sinetron yang menampilkan kehidupan remaja selalu menonjolkan sisi ‘pacaran’. Ini apaaaaah? Padahal sinetron ini ditonton anak-anak SD, sehingga di pikiran mereka, pacaran adalah hal indah yang membawa mereka pada senyum dan tawa. Ini apaaaaa?

            Belum lagi sinetron yang membawa nama Islam di dalamnya, entah naik haji atau apa. Semuanya melenceng dari cerita semula. Saling hasut, dengki, iri, itu yang ditonjolkan. Okelah, mungkin itu yang memang terjadi di masyarakat kita, tapi mbok ya nggak usah diperjelas thoo.. Sinetron itu tayangan yang mestinya mendidik. Tidak semua orang bisa mengambil pelajarn dari sesuatu yang tersirat, kadang masyarakat lebih suka mengambil apa yang ada di hadapannya.

            Buat para penulis scenario dan sutradara. Plis, pikirkan juga nasib para penonton yang akan menelan mentah-mentah apa yang dilihatnya. Itu nanti dimintai pertanggungjawaban lho, nggak sekedar bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Coba kalo misalnya anak kecil yang biasa nonton sinetron yang Anda buat, lalu karena yang diliat banyak adegan pacarannya, dia akhirnya ikut-ikutan, dosanya bisa jadi dari yang ngajarin. Yang ngajarin siapa? Sinetron. Sinetron dibuat siapa? Anda.

            Masyarakat pun harus lebih pinter deh milih mana tontonan yang bagus atau enggak. Bukan sekedar bisa jadi hiburan, tapi bisa diambil nilai positifnya. Anak sekolah ya banyakin nonton yang ilmiah, baca buku sana kek. Ibu-ibu bisa nonton pengajian tuh yang ada di tipi, itu pun mesti selektif, jangan asal comot. Oh iya, hati-hati lho sama tontonan yang katanya Islami tapi nggak memuat nilai-nilai dalam Islam. Bisa jadi dalemnya ada indikasi kemusyrikan. Serem ih liatnya. Mending kita banyakin baca buku. Itu juga mesti pilih-pilih. Film? Mending cari yang bisa kita ambil hikmahnya, jangan yang Cuma menampilkan sisi kesenangan semu. Film luar negeri banyak kok yang bagus. Kalo mau yang oke, nonton film tentang para Sahabat Rasulullah. Bagus tuh, biar malu di diri kita tumbuh. Biar nggak takabur, ngerasa udah oke ibadahnya, padahal jauh banget sama amalan para Sahabat.

            Sudah dulu ya. Mungkin segitu dulu kritik saya buat persinetronan Indonesia.

            Segala kesalahan dan kekurangan tentunya dari saya.

            Wallahu a’lam bishshawab.

            Wassalamu’alaykum warahmatullah…

Surabaya, 17 Juli 2014

^Cahya Andina Thalib yang sedang mengandung anak pertama^

Advertisements

Comments on: "Sinetron Indonesia: Sekedar Hiburan Tak Berkualitas?" (2)

  1. daripada nonton sinetron, mending liat discovery channel, animal planet, dan sebangsanya. hehehe
    kalo yg acara lokal, semacam jejak petualang, wisata kuliner, bolang dan kawan2, itu jauh lebih bagus menurut saya…

    • hikarihamzah said:

      Iya, Mas Ed, masih ada tayangan yang lebih oke buat ditonton meskipun cuma dikit. Nonton sinetron malah bikin gregetan, terlalu khayal buat ada di dunia nyata. Makanya sekarang mending buka laptop aja dan buka berita, tapi itu juga harus bisa memilih dan memilah, ga cuma begitu buat cari jodoh aja. Haha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: