Welcome to my greeeeeny world :D

Bismillaah…

Assalamu’alaykum :’)

Baik? Alhamdulillaah… Ketemu lagi sama saya yang udah jarang-jarang muncul 😀 Kegiatan koas menyita banyak waktu, pun menjadi seorang istri membuat saya harus memperhatikan asupan nutrisi bagi keluarga kecil saya 😀 Nyahahahaha

Malam ini kita punya tema yang lagi hot. Bukan, ini bukan masalah Jessica yang dikeluarkan dari SNSD, pun bukan masalah Luhan yang menggugat SM. Saya sih udah yakin banyak masalah di SM. Oh no! Jangan timpuk saya para penggemar artis SM :p

Well, kembali ke laptop! Setelah Hallyu wave, kita kembali diributkan dengan demam Bollywood. Salah satu stasiun TV milik Pak Abu Rizal Bakrie ini menghadirkan tayangan yang kemudian mendapat rating tinggi dari para pemirsanya. Sebut saja Mahabarata yang mampu menyihir para penggemar Bollywood untuk stay tune di depan tivi selama berjam-jam hanya untuk melihat bintang pujaaannya yang berhidung mancung dan bertubuh kekar. Bahkan saking totalnya, drama India yang ditayangkan tidak cuma satu, tapi beberapa (itulah saya bilang jadi berjam-jam).

Acara ini tidak hanya disukai oleh remaja, tapi yang saya tahu sih ponakan saya yang masih umur 4 tahun juga suka lihat. Tidak Cuma menyerap penggemar dari kalangan wanita, tapi para pria pun ikut menjadi sasarannya, Wow.

Saya sempat terkejut ketika di kampus, seorang kakak lelaki hafal dengan jalan cerita Mahabarata. Padahal awalnya saya berniat mengolok teman sekelompok yang cinta berat dengan tayangan ini, tapi saya malah terkejut karena kakak ini juga suka nonton tayangan Mahabarata. What the?

Ujung-ujungnya, ANTV mengadakan acara “Panah Asmara Arjuna” yang tujuannya mencari seorang wanita untuk dibawa Shaheer Syeikh ke India dalam rangka vacation. Apakah hanya itu? No! ANTV juga menggelar acara ngobrol bareng bintang Mahabarata. Acara itu begitu meriah dengan banyaknya para penonton wanita yang berteriak histeris melihat idola mereka. Bahkan sebelum acara dimulai, lagi-lagi ada penggemar yang menangis karena melihat idoalanya. Ketika acara pun banyak para muslimah berjilbab yang teriak histeris melihat Sang Arjuna, berebut tissue bekas lap keringat Sang Arjuna, juga kesetanan mendengar Arjuna berbahasa Indonesia. Hal yang juga banyak terlihat di konser-konser boyband girlband Korea. Tidak mengejutkan tapi juga susah dipercaya.

Lalu apa masalahnya? Well, saya sendiri sebenarnya belum pantas bilang ini. Tapi, masih banyak yang perlu kita lakukan dibanding menangisi seseorang yang bahkan tidak peduli pada kita di akhirat nanti. Sudahkah kita mengingat rasa cinta Rasulullah bahkan di akhir hayat beliau? Begitu cintanya beliau pada kita hingga yang dipikirkan beliau adalah kita umatnya. Bagaimana mungkin kita tidak mengacuhkan cinta beliau?

Belum lagi isi dari cerita itu yang kemungkinan besar tidak membuat hati kita cenderung pada Allah. Tentu saja karena isinya bertentangan dengan akidah kita. Sibuk menghafal jalan cerita Mahabarata, tapi bahkan tidak mengenal para Sahabat Rasulullah. Hafal ketika disuruh menyebutkan nama tokoh dalam Mahabarata, tapi celingukan ketika ditanya siapa Sahabat yang kemudian menjadi Khulafaur Rasyidin. Berebut ikut tour ke India, tapi lupa bahwa diri nanti wajib tour ke akhirat.

Saya harap tulisan ini nantinya bisa sedikit mengingatkan kita bahwa ada kehidupan setelah mati. Saya pun masih mengidolakan banyak orang, tapi semoga tidak membawa saya pada syirik karena memuji mereka. Ingatlah bahwa ruh kita butuh makan, butuh sejuknya iman..

            “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” TQS Al-Fatihah 1-7

Wassalam :’)

Surabaya, 11 Oktober 2014

^Cahya Andina Hamzah yang sedang meniti jalan bersama Sang Pangeran^

Advertisements

Comments on: "Heboh Mahabarata di Indonesia" (3)

  1. wah, arepe nulis iki kedisikan
    iyo ik, aku menyoroti tayangan2 yg gak sesuai akidah mayoritas WNI, tapi malah ratingnya tinggi
    sebelum era mahabarata dll, sudah ada kartun2 india semacam bima sakti, little krisna, dll
    jaman dulu aad kera sakti
    wandering,, who’s behind the media…

    • hikarihamzah said:

      Menurutku sih, Mas, orang Islam di Indonesia takut dicap “garis keras” kalo liat tayangan semacam “Omar” atau yang bernafaskan Islami tanpa diselingi drama gitu. Sebut merek nih, kayak sinetron Tukang Bubur Naik Haji, sudah melenceng jauuuh, ini yang disukai orang Indonesia, sinetron yang dengki-dengkian, penuh fiksi. Padahal awalnya bagus, tapi semakin melenceng semakin disukai. Nilai-nilai Islam-nya sudah luntur.
      Bahkan ada yang ngerasa bahwa quote di Mahabarata itu bagus, padahal kita ga kurang quote yang bagus dari para Sahabat. Setan kotak di sudut rumah itu memang bahaya, makanya banyak yang memutuskan nggak nonton tivi. Penuh intrik, penuh penipuan.

      • iya, orang2 terlalu takut dengan cap dari manusia.takut dicap garis keras
        padahal apa sih yang dimaksud ‘garis keras’ oleh org2 kebanyakan? yg rajin sholat, ikut pengajian, rajin dakwah, menentang kemunkaran secara terang2an?padahal yang begitu mah kewajiban, kok malah lebih meninggalkan yang diwajibkan dan lebih takut dengan pandangan manusia lain..
        astaghfirullah..era dimana umat Islam banyak tapi macam buih sudah dimulai ya..naudzubillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: