Welcome to my greeeeeny world :D

Ada Apa Dengan Cinta

Ada Apa Dengan Cinta

 

Assalamu’alaykum…

Kembali lagi bersama saya… Nyahahahaha.. Hus, hus, emak-emak hamil ketawanya harus cantik *tutupin cadar.

Ini artikel pertama yang saya tulis setelah saya menikah. Udah tiga bulan pernikahan kami, sebenernya banyak yang saya tulis, tapi tulisan ini yang kemudian saya putuskan untuk ditempel di blog.

Ada apa sih dengan cinta? Cinta, yang katanya bisa membuat orang jadi gila, rela mengorbankan apa saja, rela bertindak seberani mungkin, semua dilakukan hanya untuk memperlihatkan rasa cinta.

Saya tidak akan membicarakan cinta yang biasanya saya tulis. Tapi cinta ini lain. Cinta ini, cinta yang begitu sulit untuk ditiru. Cinta. Cinta para hamba pada Tuhannya.

Membaca kisah pada Nabi dan Rasul terdahulu membuat saya berpikir keras, beliau yang dijamin masuk surga saja begitu keukeuhnya beribadah pada Allah. Nabi Ibrahim bahkan berani menghancurkan para berhala. Beliau tak mau Allah disamakan dengan bebatuan. Sama kayak kita kan ya… Masa orang yang kita cintai disandingkan dengan kursi, padahal kursi itu hasil karya manusia. Masa mau kita disamakan kayak benda mati? Kalo saya sih ogah. Ogah seogah-ogahnya—tapi enggak pake cepekan.

Lalu bagaimana dengan para teroris?

Teroris? Teroris? Teroris! Nah, kita perlu tau, sebenarnya teroris itu seperti apa. Teroris itu kan yang bikin resah. Apakah Islam membuat resah? Tentu! Islam akan membuat resah musuh-musuhnya. Iya, mereka yang benci dengan kedamaian, dengan kedudukan yang seimbang, dengan penyembahan hanya pada Allah, dengan kemakmuran manusia. Mereka bakal kayak cacing dikasi garem ketika mendapati ada aturan Islam yang terlaksana.

Nah orang-orang yang dianggap teroris oleh sebenar-benarnya teroris inilah yang kemudian menjadi kambing hitam. Saya belum berani membahas tentang pengeboman yang–katanya—dilakukan oleh umat Islam. Begitu pandainya para true terrorist ini kemudian menyebarkan berita bahwa Islam adalah agama barbar, agama yang menyebarkan ajarannya dengan pedang, agama yang tidak tau belas kasihan, agama yang haus akan kekuasaan. Benarkah? Mari kita baca-baca lagi kisah para Nabi dan Rasul. Apakah semua Nabi menggunakan pedangnya? Lihat bagaimana begitu banyak orang yang ingkar pada ajaran Islam. Lihat begitu banyaknya kaum-kaum yang ‘memberontak’ ketika sebentar saja ditinggal oleh Nabi mereka. Mereka membuat sesembahan yang bahkan tidak bisa berjalan, yang akan hancur berkeping-keping ketika Allah menghancurkannya, yang nanti di akhirat akan bersaksi bahwa dia pun adalah hamba Allah dan tidak pernah mau disembah.

Tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Begitu menurut saya. Dan beginilah yang saya pahami dari kisah para Nabi dan Rasul. Nabi Ibrahim as.,yang merupakan bapak para Nabi, dibakar akibat kecintaannya pada Allah, beliau hancurkan semua berhala buatan bapaknya. Nabi Yusuf as. harus mendekam dalam tahanan karena kecintaannya pada Allah sehingga beliau tak berani berzina. Dan Rasulullah saw., yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir (ini perlu dipahami dan diingat dengan benar!), begitu banyak disakiti, dikejar-kejar untuk dibunuh, diolok-olok sebagai orang gila. Kalau saya ya, enggak bakal kuat, mending saya mati aja daripada saya kesakitan macam begitu. Tapi apakah Rasulullah menyerah begitu saja? No! Big No! Beliau terus berjuang untuk menyelamatkan akidah umatnya. Bahkan di akhir hayat beliau, beliau masih care banget sama umatnya, beliau masih mengkhawatirkan kita. Iya. Kita ini yang bahkan enggak takut sama api neraka.

Satu kisah cinta yang membuat saya terhenyak, berkaca-kaca, menetaskan air mata, adalah kisah di mana saat itu Bunda Hajar dan Nabi Ismail as. yang masih kecil ditinggal di padang pasir yang bahkan tidak ada air di sana. Sang suami—Nabi Ibrahim as. meninggalkan mereka atas perintah Allah. Dan Bunda Hajar dengan seorang bayi di gendongannya mengikhlaskan kepergian orang terkasih ketika tau bahwa Allah yang memberi perintah. Like father like son, Nabi Ismail as. yang masih belia berani ‘disembelih’ ketika Nabi Ibrahim as. mendapat perintah Allah melalui mimpi. Lantas apakah kisah-kisah ini tidak membuat kita malu? Apakah kisah ini hanya menjadi dongeng yang pernah kita baca ketika kita masih kecil dan ngaji di TPA? Apakah kisah ini kemudian hanya membuat kita merasa bahwa kita tidak sekaliber Nabi lalu kita tetap pada maksiat? Kisah-kisah yang telah tertulis atas kehendak Allah ini harusnya menjadi cambuk bagi kita. Masih begitu kurangnya kita cinta pada-Nya.

Bagaimana disebut cinta dengan utuh bila kita sendiri masih menyekutukan-Nya? Alih-alih memperbaiki akidah, kita malah lebih percaya pada takhayul, mempercayai jin, percaya bahwa setan-setan itu akan membuat hidup kita lebih makmur. Malulah… Merasalah berdosa… Kita ini CUMA manusia. Manusia yang hidup hanya untuk beribadah kepada-Nya. Segala aktivitas kita harusnya didasarkan pada kecintaan pada-Nya. Bahkan makan, tidur, semua itu nantinya sebagai persiapan ibadah pada-Nya.

Apakah ibadah itu hanya sholat, puasa, zakat, haji? Tidak. Masih banyak ibadah-ibadah lain yang bisa kita lakukan di luar ibadah WAJIB yang tadi ya… Inget ya, yang tadi wajib (untuk haji wajib bagi yang mampu), jadi nggak ada ceritanya karena udah sedekah seratus juta trus bilang udah ibadah dan ninggal sholat. Pahala sedekahnya dapet, tapi dosa ninggal sholatnya juga dapet. Trus juga saya pernah denger begini, katanya ada orang-orang yang bisa ke mekkah buat sholat di sana tapi jasadnya ada di sini. Saya masih belum bisa bayangin sih. Tapi setau saya, Rasulullah saw aja sholatnya enggak begitu, ya pake jasad juga, enggak Cuma di angan-angan atau masuk dunia astral. Saya ga tau yang benar ini gimana. Yang jelas saya kalo sholat ya pake jasad juga, enggak sekedar dibayangin saya ada di mekkah. Lha kan mulai ngglambyar 😀

Susah lho. Pertanggungjawabannya tentu gede ketika saya menulis ini. Tapi ayok lah. Hayuk atuh kita bareng-bareng terbuai cinta pada Allah swt. Cinta yang tidak mengafirkan orang lain, cinta yang tidak membuat diri merasa paling benar, cinta yang membuat lebih tawadhu’, cinta… cinta kepada Allah yang berdasar cinta pada Allah… Seperti mereka, yang penuh luka dan air mata demi mendapat cinta-Nya :’) Allahumma shalli ‘alaa Muhammad :’)

 

Tulisan beberapa bulan lalu. Diselesaikan 28 Januari 2015 setelah melahirkan 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: