Welcome to my greeeeeny world :D

Pegiat Jilbab Syar’i

Bismillaah…

            Membaca kata jilbab syar’i, apa yang akan terlintas dalam benak kita? Kerudung lebar, gamis panjang dan longgar, kadang memakai cadar, wajah tanpa riasan tebal, pakai kaus kaki meski terik membakar? Seperti itu yang sering kita lihat di luar sana. Akhwat-akhwat dengan berbagai karakter dan sifat tetap berkomitmen untuk memakai busana sesuai petunjuk dalam Al-Qur’an (An-Nuur 31 dan Al-Ahzab 59).

            Lalu kenapa?

            Hhhh… Saya sempat membaca tulisan yang memojokkan akhwat-akhwat pegiat hijab syar’i. Bagi saya sendiri, jilbab bukan hanya fashion yang digunakan untuk menarik perhatian, tapi merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk kebaikan saya sendiri. Lalu kenapa akhwat-akhwat tadi dipojokkan? Ya, ketika mereka bilang bahwa hijab bukan pengganti rambut, hijab bukan untuk tabarruj (berhias), hijab bukan untuk ikut-ikutan trend, kontan banyak pihak yang mengecap para jilbaber besar ini berpikiran sempit. Allah…

            Benar. Semua orang memang berproses menuju kebaikan. Tidak bisa instan, butuh perjalanan waktu yang kadang begitu panjang. Benar. Sehingga baiknya (saya) tak memaki yang berhijab modis. Wajar kalau wanita ingin tampil cantik. Tapi lagi-lagi, alangkah indahnya bila kecantikan itu dinikmati suami saja. Begitulah yang sebenarnya ingin disampaikan. Silakan berhijab modis, tapi di depan mahram saja. Kenapa? Karena begitu banyak pandangan yang tak ditundukkan di luar sana. Sungguh. Pegiat jilbab syar’i ini hanya ingin bersama-sama dalam menikmati nyamannya jilbab syar’i.

            Saya begitu sedih ketika membaca tulisan yang menghujat pegiat jilbab syar’i (PJS) sebagai orang-orang yang mengecam hijab modis, orang-orang yang merasa paling benar. Padahal, seandainya yang menulis tau, proses berjilbab para PJS ini pun begitu panjang, tak jarang disertai tangis pilu. Kadang dari pihak keluarga begitu menentang keputusan anak gadisnya untuk menutup aurat dengan kain lebar. Sebutan jilbab dari taplak meja, gorden, kain mayat, sempat saya dengarkan. Begitu mengiris. Miris. Dan belum tentu ada orang-orang yang membantu menguatkan komitmen ini. Karena tentu saja ada konsekuensi yang lebih besar dibandingkan dengan yang jilbabnya tak menjulur. Ketika ada PJS yang wataknya memang tak indah, maka kata-kata “mending gak pake jilbab” seringkali menjadi vonis saklek yang dimuntahkan, atau yang menyakitkan “percuma pake jilbab besar kalo kelakuan masih kayak begitu!”. Allah… Semoga kata-kata itu sebenarnya adalah nasihat yang dikenali sebagai nasihat sayang, sebuah alert dari Allah bahwa PJS (saya sih) perlu dan harus berbenah. Saya menyadari bahwa masih banyak salah. Mohon dimaafkan…

            Kembali lagi pada vonis-vonis. Ketika PJS merasakan ‘nikmat’-nya vonis yang mereka terima, maka ada keinginan untuk membantu menguatkan saudara yang ingin berjilbab syar’i. Karena tentu saja, di negara yang umat muslim(ktp)nya begitu banyak ini, berjilbab syar’i kerap dianggap antek-antek teroris. Kadang tak kuat menahan tangis, namun tak ada teman untuk berbagi kata-kata magis tuk hilangkan pedih yang mengiris. Ya, memang ada Allah, tapi tentu saja dorongan dari orang sekitar akan membuat lebih tegar. Dari situlah PJS ini ada, salah satunya untuk membantu dan menjadi saudara untuk saling menguatkan di kala hati telah lelah mendengar hujat. Pun seperti yang saya tuliskan sebelumnya, untuk mengingatkan diri sendiri maupun saudari sesame muslim untuk menghindari tatapan-tatapan yang tak seharusnya mereka dapat dari lelaki yang bukan mahram. Bukan menghujat, bukan menyalahkan, bukan merasa benar sendiri, karena kami pun masih manusia yang ke mana-mana selalu membawa kotoran.

            Maka mari bergandengan tangan. PJS tak perlu gentar terus mempertahankan jilbab syar’i-nya tanpa menghujat yang belum berproses sampai jilbab terjulur. Kalau ada tangis yang menghiasi, semoga dicatat sebagai perjuangan dan berbuah pahala. Bagi para hijabers modis, yuk kita saling belajar, sehingga PJS yang belum mahir berjilbab modis bisa tampil cantik di depan suami dan hijabers bisa belajar untuk lebih menjulurkan jilbabnya, mengurangi tabarruj-nya di depan khalayak. Lalu untuk yang menulis tentang begitu maraknya jilbaber syar’i menyerang hijaber modis, tolong lebih mengenali tujuan kami sehingga yang tampak bukan adu domba, melainkan nasihat penuh kasih sayang dan kelembutan. Kemudian, untuk semuanya khususnya saya sendiri, yang terpenting adalah meluruskan niat lagi agar hanya Allah tujuan kita, hanya Allah sebagai sebab dari semua aktivitas ibadah kita. Hanya Allah. The One and Only.

            Semoga tuntas kesalahpahaman antara kita. Semoga lekas kita saling belajar, saling memahami, saling menguatkan, agar nanti tak ada saling menyalahkan di Padang Mahsyar. Astaghfirullah… Semoga apa yang saya sampaikan menjadi catatan untuk diri saya sendiri. Tak hanya sebagai pengisi blog apalagi hanya cuap kosong, na’udzubillahi min dzalik. Sekian uneg-uneg yang bisa saya muntahkan di sini. Semoga kita selalu menjadi pribadi yang tak bosan berbenah. Aamiin. Mohon dimaafkan bila ada kata-kata yang mennyinggung.

            Wassalam.

Rumah Cinta, 23 Februari 2015

Cahya Andina Thalib

Advertisements

Comments on: "Pegiat Jilbab Syar’i" (3)

  1. memang miris melihat bahwa banyak beredar kaum “hijaber”, berhijab tapi modis. padahal modis kan tujuannya biar dilihat, sementara hijab utk menutupi
    kita doakan sj semoga mereka segera mendapat hidayah dr Allah SWT, semoga bertahap semakin bagus ke depannya
    yg sudah bagus hijabnya, semoga bertahan, dan semoga semakin bagus juga akhlaknya hingga orang nggak bisa lagi mengatakan “percuma berjilbab tapi kelakuan kayak gitu”..

    • hikarihamzah said:

      Yang bikin sedih itu ketika para jilbaber besar ini dicap menyerang hijabers, Mas. Padahal enggak. Itu kan proses, cuma harus selalu upgrade, bahkan untuk kalangan jilbaber besar itu sendiri. Gapapa kok modis, asal tepat guna, tepat tempatnya, dan tepat waktunya. Artis-artis yang sekarang sudah pakai jilbab besar nggak kehilangan cantiknya kok, malah alhamdulillah aku lihat makin banyak rezekinya. Cantik itu sederhana.
      Dan yang perlu diketahui juga, PJS ini nggak ada maksud menjelekkan, cuma pingin berbagi kebahagiaan pake jilbab syar’i dan ngajak semakin upgrade jilbab sesuai petunjuk al-Qur’an dan hadits.

      • didoain ae yuk
        mugo2 hijab e podo tambah apik
        sedih kadang liate kalo sesama muslimah saling ejek gr2 hijab..mugo2 diparingi hidayah..aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: