Welcome to my greeeeeny world :D

 

 

            Setelah terungkapnya pembunuhan seorang PSK yang berujung pada terungkapnya prostitusi online di tanah air, banyak hal yang perlu disorot, salah satunya adalah tentang tarif yang dipasok PSK untuk sekali berkencan.

            Pada akunnya, Deudeuh menuliskan bahwa tarif untuk bersenang-senang dengannya adalah 350 ribu. Bisa dibilang affordable bahkan untuk kalangan anak muda, sehingga tak heran bila banyak anak muda dengan kategori ‘brondong’ berbondong-bondong untuk menyewa Deudeuh sebagai pelampias syahwat mereka. Hal ini dibuktikan dengan testimoni yang dipasang Deudeuh di akun twitternya. Tentu harga ini juga sangat mampu dibayar oleh yang berduit, termasuk oleh seorang suami.

            Nah, membicarakan tentang suami, bagaimana dengan para suami yang lebih memilih melampiaskan hasrat mereka dengan mendatangi PSK padahal masih ada istri di rumah yang halal untuk digauli? Tidak menutup kemungkinan bahwa faktor penampilan menjadi alasannya. Istri di rumah kumal, bau bawang, rambut acak-acakan, tangan kasar, pakai daster berlobang, bibit pucat tak tampak kemerahan, wajah berminyak seperti penggorengan, dan bla bla bla. Dibanding dengan para PSK yang kulitnya mulus, pakaiannya aduhai semlohay, baunya wangi seperti baju baru dicuci, rambut mengkilap bak bintang iklan, bibir merah merona menantang bahaya. Huaaaah. Terlalu indah tampilan para wanita itu dibanding istri di rumah. Bagaimana tidak tergoda? Padahal pulang kerja, setiap suami ingin melihat istrinya tak kalah dari artis-artis di tivi yang mengenakan baju semanis mungkin, baju-baju terbaik yang dapat menarik hati suami. Tapi, kemudian ketika sampai di rumah, istri jauh dari pemandangan itu. Bukannya tenang, suami malah sumpek. Akhirnya, suami-suami yang tak kuat godaan dan turun imannya ini merogoh kocek untuk dihabiskan di kamar-kamar penuh dosa. Hanya beberapa saat. Katakan saja, Tiga ratus lima puluh ribu hanya untuk sejam. Sungguh rugi.

            Coba sekarang pikirkan lagi apa saja yang bisa didapat ketika mengeluarkan uang sebanyak itu untuk istri. Setidaknya sehari itu, ajak istri berjalan-jalan ke mall atau ke tempat yang diasukai. Belikan es krim atau setangkai bunga mawar yang akan melelehkan hatinya. Ajak dia ke salon, sekedar untuk creambath atau perawatan wajah. Sampai di rumah, pilihkan baju yang paling Anda (suami) sukai. Kalau sudah punya anak, tunggu sampai anak tidur, bersabarlah untuk mendapat yang Anda inginkan. Sembari menunggu anak tidur, suami bisa mengajak istri mengeluarkan uneg-unegnya, ini akan membuat istri sangat senang. Jika hati istri sudah senang, kepenatannya sudah hilang, efek bahagia karena hal-hal tadi yang suami lakukan insyaaAllah akan bertahan beberapa lama sehingga istri siap untuk melayani suami dengan baik.

            See? Dengan modal yang sama, hasil yang didapatkan beda! Suami yang menghamburkan uangnya ke prostitusi hanya akan mendapatkan kesenangan sesaat, dosa bersemburat, penyakit kelamin mudah didapat. Sedangkan saat ia ‘habiskan’ uang dengan jumlah yang sama untuk menyenangkan hati istri, dia mendapat kesenangan berkali-kali lipat, memori-memori indah yang melekat, pahala yang jumlahnya begitu memikat, ketenangan hati mencuat, rasa cinta menguat, keluarga terekat, dan hal-hal indah yang terlalu banyak untuk diungkap.

            Sungguh rugi suami yang memutuskan menghabiskan uangnya untuk mendatangi para PSK, sedangkan dia bisa mendapatkan ‘service’ yang begitu banyak dari istrinya dengan modal yang sama. Kalau memang sang istri tidak seperti yang diinginkan setelah diberi macam-macam tadi, cobalah untuk bicara dari hati ke hati. Karena seperti yang sering diutarakan bahwa suami bukan malaikat yang bisa mengerti isi hati istrinya, begitu pula istri bukan malaikat yang bisa menebak pikiran suaminya.

            Wallahu a’lam bishshawab.

 

Rumah mertua, 20 Mei 2015

Cahya Andina Thalib

Advertisements

Comments on: "Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk ISTRI atau Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk Prostitusi" (2)

  1. istimewa memang analisa dari sudut pandang seorang istri ya ^^
    tapi tenan lho, fenomena prostitusi online tuh ngeri banget…dilema, mau diekspose, ya saru, gak diekspose, itu ada…

    • Cahya Andina Thalib said:

      Sebenernya malah sekarang udah nggak saru lagi adanya perzinaan, Mas Ed. Soalnya sampe ada testimoni segala, berarti kan dia merasa itu kerjaan yang ‘wajar’. Lingkaran setan juga, peminatnya ada, penyedianya ada, yang memfasilitasi juga ada. Undang-undang? Ah, kamfreto, hanya khayalan ==” Gimana anak-anak kecil enggak pada penasaran sama yang begini, wong di tipi aja lawakan berbau p***o.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: