Welcome to my greeeeeny world :D

Bismillah..

Sudah beberapa hari Dedek susah sekali makan, kalaupun mau pasti beberapa sendok lalu mulutnya rapet pet pet lantas memalingkan muka. Dan kalaupun mulutnya mau terbuka sampai makanannya habis, sudah barang tentu yang dimakan bukan nasi tim atau buburnya, sekedar telur atau biskuit. Pusinglah emaknya ini menghadapi nafsu makan si kecil yang turun drastis. Pasalnya, saya sedang mengupayakan pertambahan berat badan dedek karena ketika ditimbang kemarin berat badannya hanya naik sedikit.

Sebenarnya kalau saya mau dedek buka mulut, cukuplah saya sodori semangka atau melon, pasti dia doyan. Tapi, bukan cuma buah yang dia butuhkan untuk tumbuh kembangnya. Saya harus mampu menyediakan gizi seimbang buatnya. Hal ini sebenarnya sudah dari dulu membuat suami saya ngoceh karena saya lumayan kaku dengan jadwal makan dan menu makan dedek. Ini nggak boleh, itu nggak boleh. Berkali-kali saya harus pura-pura congek biar gak makan ati kalo denger usul ngasi makan ini itu ke dedek, soto (yang sudah dikasi garam) misalnya. Rempong yak? Yuk ya yuuuk :v

GTM inilah yang membuat saya jadi kerap terbengong di depan kulkas, berpikir keras apa yang harus saya masak untuk si kunyil. Gasol ubi ditolak, gasol kacang merah plus sorghum ditolak, gasol kacang merah+sorghum+jeruk baby ditolak, buah naga ditolak, nasi tim wortel baby corn dimakan sedikit, telur doyan, biskuit doyan banget. Hingga akhirnya, saya terkejut waktu kunyil minta makan nasi tanpa lauk, itupun karena nimbrung makan siang bapaknya. Dia mau disuapi nasi aja. NASI! Tentu saja dengan embel-embel ‘segane dadi sak latar’ :v

Pagi ini, kunyil juga minta ikut makan nasi tanpa lauk, saya sih oke-oke aja daripada dia nolak karbo sama sekali (sukanya protein sama buah doang). Sorenya, saya bikinkan pudding roti. Itu juga saya merasa terpaksa karena saya belum sreg dengan kandungan ragi dan susu dalam roti tawar. Alhamdulillah, dedek mau makan dan sukarela mangap ketika disodori sendok.

Oh iya, berikut ini saya berikan resep pudding roti a la a la :v

. 4 lembar roti tawar tanpa pinggiran, potong sesuai selera

. air putih untuk merendam roti (bisa diganti susu kalau mau)

. 2 butir telur ayam kampung

. 1 buah apel manalagi

Semua saya campur lalu saya kukus sampai mengembang dan matang. Betewe, kenapa sih saya enggak pake keju? Hehe, ini karena tadi paksu enggak ngizinin beli keju, kegedean katanya. Tapi saya juga menimbang kandungan garam dalam keju sih. Trus saya enggak pake susu karena kurang sreg tadi itu deh, sama kayak kurang sreg sama roti. Apel saya gunakan sebagai perasa aja biar enggak hambar. Telurnya kalau mau yang ayam negeri juga gapapa, kebetulan aja di kulkas adanya telur ayam kampung. Airnya saya kira-kira, asal rotinya terendam dan tidak terlalu becek sajo 😀

Gitu dulu yak. Semoga bermanfaat bagi yang baca (barangkali ada yang baca gitu :v ). Pesan terakhir, jangan takut berkreasi kalo anak lagi GTM. Mungkin selera kita aja yang ga cocok sama dia. Anak itu ajaib, selera makannya juga, jadi yang menurut kita ga enak, mungkin dia malah doyan. Kayak nasi putih itu tadi, bagi kita mungkin aneh, tapi bagi bayi jadi enyak :v Sok-sokan dewasa dia, maunya nasi putih :v

Sekian. Wassalamu’alaykum.

Rumah cinta, 1 November 2015

Cahya Andina Thalib

Advertisements

Comments on: "Selera Makan Ajaib Seorang Bayi" (2)

  1. temen saya pernah info saya ada keju khusus bayi. tapi saya lupa merk apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: