Welcome to my greeeeeny world :D

Bukan “Asal Nggak Hamil”

 

Bismillah

“Dok, pacar saya selalu meminta berhubungan suami-istri, ketika saya bicarakan ini ke mamanya, mamanya malah bilang tidak apa-apa asalkan tidak sampai hamil…”

Begitulah kira-kira inti curhatan yang pernah saya baca di media online. Kaget? Banget! Ini yang nanya masih sekolah, Vroh. Mana mama si cewek malah mendukung zina ini. Dimana kekhawatiran dan tanggung jawab sebagai ortu?

Beberapa waktu lalu ketika ada peraturan di suatu daerah di mana anak perempuan sudah harus di luar rumah jam sekian (kayaknya jam 10, saya lupa) dan nggak boleh menerima tamu laki-laki di atas jam itu, ada lho ortu yang nggak setuju. Alasannya? Ya kan masih muda. What? Kok pemerintah lebih aware sama anak-anak dibandingkan ortunya sendiri. Apa nggak takut nanti kalo dimintai pertanggungjawaban sama Allah? Itu anak Cuma dibuat punya-punyaan atau gimana?

Well, kita nggak bisa mungkir kalo jaman sekarang semakin acakadul. Bayangin deh betapa mengerikannya kehidupan yang sudah tercemar virus media social kayak sekarang. Hal-hal privat seperti pelukan, ciuman, pegangan tangan, yang harusnya Cuma dilakukan suami-istri di dalam kamar atau rumah, malah diumbar anak-anak muda yang nikah aja belum. Boro-boro mikirin nikah, ditodong nikah aja pasti masih gelagepan. Ya iyalah, nikah nggak asal buat melepas birahi doang, ada amanah besar buat membangun peradaban di sana.

Setelah ada KN dengan vlog-vlognya yang kontroversial, muncul lagi pemain vlog berinisial AG. Udah pernah nonton vlog mereka? Saya saranin habis itu banyak istighar deh. Asli: rusak! Adakah nilai positif yang bisa diambil? IMHO, no! Malu liatnya. Dan mereka mengklaim bahwa ya itu tadi jati diri mereka. Semoga mereka segera diberi kesadaran. Soalnya penyesalan itu datangnya telat.

Yap, mereka Cuma segelintir anak muda yang merasa perlu eksis, mengabadikan momen yang mereka sebut berharga. Padahal kenyataannya momen-momen itu nggak pantas untuk dilakukan anak muda yang masih belum menikah, apalagi buat diekspos di media sosial. Wong yang sudah nikah aja nggak pantes lho posting yang privat gitu. Saru. Kucing aja kawin masih malu diliatin, ini manusia kok kayak lebih nggak berakal dibanding hewan 😦

Balik ke judul, bukan berarti kalo nggak hamil bisa asal aja berhubungan suami istri. Nggak hamil bisa aja pake alat kontrasepsi atau bahkan aborsi ya (ini biasanya kalo udah hamil beneran trus biar nggak sampe lahiran). Dan bukan berarti, nggak hamil bisa tetap membuat seseorang punya harga diri, sedangkan badannya aja nggak perawan lagi. Nak, ini bukan cuma masalah perutmu mlendung, ini masalah kehormatan, harga diri, bahkan masuk ranah pahala-dosa. No, bukan menggurui atau sok suci. Bukan saya yang bilang “jangan dekati zina”. Allah langsung, Nak. Baca kitabmu.

Buat ortu, selembar tipis selaput dara anak kalian bukan bernilai sebatang coklat dan seikat bunga. Asal anak senang, asal nilai tetap baik di sekolah, silakan aja pacaran semaunya, silakan main sebebasnya, sampai suatu hari yang cuma penyesalan yang tersisa.

Hamil atau tidak, zina tetap zina. Dan zina adalah hutang.

Semoga Allah jauhkan kita dari maksiat, semoga Allah berkenan memelihara kita dari api neraka.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: