Welcome to my greeeeeny world :D

Archive for the ‘cerpen’ Category

Cerpen: Karena Aku Juga Wanita

Karena Aku Juga Wanita

Kasak-kusuk itu terdengar lagi, sudah kesekian kalinya berita itu menyantroni kupingku. Sayang tak ada yang bisa kulakukan selain menyabarkan diri dan berpura-pura tak paham dengan apa yang mereka bicarakan di belakangku. Hanya saja kali ini aku tak sanggup menahan air mataku agar tak tumpah.

        “Aku salah apa, Mel?” tanyaku pada Amel yang sekantor denganku. Amel hanya membalas pertanyaanku dengan pelukan dan elusan di punggung.

            “Aku tidak pernah menggodanya. Sungguh!” suaraku mulai terdengar histeris.

            “Iya, Liv.. Semua juga pasti tahu itu..”

            “Jalan keluarnya cuma satu, Mel. Aku yang keluar atau dia yang mengundurkan diri!” (more…)

Cerpen: (Mencoba) Memahami Hobi Mama

            Izinkan kuceritakan sedikit tentang kebiasaan para ibu lewat pengalamanku menjadi anak mama selama 22 tahun. Selama ini, aku sudah mulai mengumpulkan banyak bukti dan kurasa bukti-bukti ini akurat untuk mengambil kesimpulan dan membuat premis mayor dari semua kejadian yang melanda para ibu di seluruh dunia. Mmm.. mungkin hanya beberapa sih, termasuk mama.

—-

            “Max! Masih tidur?”

            Kudengar sapaan mama pagi ini tepat sebelum aku membuka pintu kamar. Masih dengan sarung kotak-kotak warisan eyang, aku keluar kamar sambil sedikit terpejam. Matahari bahkan belum menyapaku mesra, tapi mama sang pahlawan tanpa tanda jasa keluargaku sudah menunggu dengan rol rambut dan daster kembang-kembang kesayangannya yang penuh dengan ventilasi berukuran mikro di sana-sini.

            “Iya, Ma, ini sudah ganteng,” jawabku sambil garuk-garuk kriboku.

        “Kamu ke kampus nggak hari ini?” mata mama berkilat-kilat. Pasti ada yang ingin dikerjakan dengan melibatkan putranya yang paling ganteng se-Indonesia Raya ini.

            “Nggak, Ma. Istirahat dulu. Dosen pembimbing lagi ke luar negeri, nggak bisa konsultasi skripsi.”

           “Kalau gitu kamu ikut Mama, ya,” mama menepuk lenganku. Pasrah kuanggukkan kepala. Tidak ada jalan lain bila tidak ingin uang jajanku disunat. Lagi pula itu bukan pertanyaan, itu titah Kanjeng Ratu.

            “Jam sembilan tet, ya, Max. Jangan telat. Jangan tidur lagi. Pakai baju yang keren!”

(more…)

Cerpen “Ngidam”

NGIDAM

 

“Mas… Mas, bangun, Mas…”

Sayup-sayup kudengar suara istriku memanggil. Tangan hangatnya menggoyang-goyangkan tubuhku yang terbungkus selimut. Sepertinya aku baru saja tertidur, tapi kenapa istriku sudah membangunkan? Memangnya ini sudah masuk waktu Subuh? Kulihat jam dinding, jarum pendek menunjuk angka satu dan jarum panjangnya menunjuk angka lima. Setengah dua kurang lima menit.

“Ada apa, Dik? Hoaaahm…” kupandang wajah istriku yang terlihat cemas, “Kamu mimpi buruk?”

Sinta—istriku—menggeleng pelan. Tangannya masih bergelayut di lenganku.

“Mau ke kamar mandi?” tanyaku lagi. Sinta masih tetap menggeleng.

“Mau es krim…” katanya lirih, mulutnya mengerucut. (more…)