Welcome to my greeeeeny world :D

Archive for the ‘Op-ini’ Category

‘DEMIT’ OH ‘DEMIT’

Haaaaaaaah. Belakangan ini saya terbakar sekali bila ada pembicaraan menyangkut ‘DEMIT’. Sungguh menguras emosi. Rasanya pingin ikutan ngegaplok demitnya. Saking keselnya, beberapa status jadi bahas demit dan berakhir dengan klarifikasi bahwa semua itu tidak berkaitan dengan rumah tangga saya, tentu saja ini karena Mr. Pooh yang minta.

Jadi sebenernya demit ini apa?
Saya pribadi tidak tahu siapa yang awalnya memberi julukan itu karena sebelum ini mereka disebut pelakor alias perebut laki orang. Mungkin juga disebut demit karena (more…)

Bukan “Asal Nggak Hamil”

 

Bismillah

“Dok, pacar saya selalu meminta berhubungan suami-istri, ketika saya bicarakan ini ke mamanya, mamanya malah bilang tidak apa-apa asalkan tidak sampai hamil…”

(more…)

Ramadhan: Momen Ibadah atau Buka Bersama?

 

Bismillah.

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan pada kekasih Allahu Subhanahu Wa Ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam : )

Hampir 10 hari pertama di bulan Ramadhan telah terlewati. Cepet banget yak? Padahal ibadah berasa kurang. Berasa nggak full gitu. Belum apa-apa udah rindu Ramadhan lagi. Sayangnya, belum tentu tahun depan kita bisa ketemu bulan yang penuh ampunan ini kan? Sedih kalo mikir gitu 😥

Baideweh, mau cerita-cerita nih, rada-rada curhat kali ye. Daripada dipendem ntar jadi bisul. Gawat kalo munculnya di pantat, ntar nggak bisa duduk. Kalo muncul di wajah, ntar menurunkan tingkat keserasian kalo jalan sama suami, puihihi 😀

Wokeh, sesi curhatnya dimulai dari… sekarang:D

Ga tau deh ini sekedar perasaan saya aja atau emang beneran murni mutlak perasaan saya 😀 Berasa nggak sih mengalami pergeseran aktivitas di bulan Ramadhan? Maksudnya dari Ramadhan jaman baheula dan Ramadhan yang sekarang. Atau mungkin pergeseran ini karena semakin bertambahnya umur? (more…)

Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk ISTRI atau Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk Prostitusi

 

 

            Setelah terungkapnya pembunuhan seorang PSK yang berujung pada terungkapnya prostitusi online di tanah air, banyak hal yang perlu disorot, salah satunya adalah tentang tarif yang dipasok PSK untuk sekali berkencan.

            Pada akunnya, Deudeuh menuliskan bahwa tarif untuk bersenang-senang dengannya adalah 350 ribu. Bisa dibilang affordable bahkan untuk kalangan anak muda, sehingga tak heran bila banyak anak muda dengan kategori ‘brondong’ berbondong-bondong untuk menyewa Deudeuh sebagai pelampias syahwat mereka. Hal ini dibuktikan dengan testimoni yang dipasang Deudeuh di akun twitternya. Tentu harga ini juga sangat mampu dibayar oleh yang berduit, termasuk oleh seorang suami.

            Nah, membicarakan tentang suami, bagaimana dengan para suami yang lebih memilih melampiaskan hasrat mereka dengan mendatangi PSK padahal masih ada istri di rumah yang halal untuk digauli? Tidak menutup kemungkinan bahwa faktor penampilan menjadi alasannya. (more…)

Jodoh Itu Misteri

             Melihat realita yang ada, saya semakin sadar bahwa urusan jodoh itu serupa kejutan. Kadang ada yang pacaran sampe tahunan, ke sana ke mari barengan, kirim pesan sayang-sayangan, antar jemput nggak pernah kelupaan, tapi beberapa minggu kemudian nikah dengan orang yang berbeda tanpa beban.

            Ada yang saling berebut pacar, akhirnya saling cecar, (more…)

Pegiat Jilbab Syar’i

Bismillaah…

            Membaca kata jilbab syar’i, apa yang akan terlintas dalam benak kita? Kerudung lebar, gamis panjang dan longgar, kadang memakai cadar, wajah tanpa riasan tebal, pakai kaus kaki meski terik membakar? Seperti itu yang sering kita lihat di luar sana. Akhwat-akhwat dengan berbagai karakter dan sifat tetap berkomitmen untuk memakai busana sesuai petunjuk dalam Al-Qur’an (An-Nuur 31 dan Al-Ahzab 59).

            Lalu kenapa?

            Hhhh… Saya sempat membaca tulisan yang memojokkan akhwat-akhwat pegiat hijab syar’i. Bagi saya sendiri, jilbab bukan hanya fashion yang digunakan untuk menarik perhatian, tapi merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk kebaikan saya sendiri. Lalu kenapa akhwat-akhwat tadi dipojokkan? Ya, ketika mereka bilang bahwa hijab bukan pengganti rambut, hijab bukan untuk tabarruj (berhias), hijab bukan untuk ikut-ikutan trend, kontan banyak pihak yang mengecap para jilbaber besar ini berpikiran sempit. Allah…

(more…)

Ada Apa Dengan Cinta

Ada Apa Dengan Cinta

 

Assalamu’alaykum…

Kembali lagi bersama saya… Nyahahahaha.. Hus, hus, emak-emak hamil ketawanya harus cantik *tutupin cadar.

Ini artikel pertama yang saya tulis setelah saya menikah. Udah tiga bulan pernikahan kami, sebenernya banyak yang saya tulis, tapi tulisan ini yang kemudian saya putuskan untuk ditempel di blog.

Ada apa sih dengan cinta? Cinta, yang katanya bisa membuat orang jadi gila, rela mengorbankan apa saja, rela bertindak seberani mungkin, semua dilakukan hanya untuk memperlihatkan rasa cinta.

Saya tidak akan membicarakan cinta yang biasanya saya tulis. Tapi cinta ini lain. Cinta ini, cinta yang begitu sulit untuk ditiru. Cinta. Cinta para hamba pada Tuhannya.

Membaca kisah pada Nabi dan Rasul terdahulu membuat saya berpikir keras, beliau yang dijamin masuk surga saja begitu keukeuhnya beribadah pada Allah. Nabi Ibrahim bahkan berani menghancurkan para berhala. Beliau tak mau Allah disamakan dengan bebatuan. Sama kayak kita kan ya… Masa orang yang kita cintai disandingkan dengan kursi, padahal kursi itu hasil karya manusia. Masa mau kita disamakan kayak benda mati? Kalo saya sih ogah. Ogah seogah-ogahnya—tapi enggak pake cepekan. (more…)