Welcome to my greeeeeny world :D

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Menjadi IRT Biasa

Bismillah.

Setelah meneguk kopi, mata saya tidak ngantuk lagi. Jam menunjukkan pukul 12.22 dini hari ketika saya putuskan untuk menarikan jemari di atas keyboard. Pikiran ini penuh dan saya tahu benar bahwa butuh melampiaskan ini, setidaknya dalam bentuk tulisan.

Jagad dunia maya sedang ricuh dengan politik, akibat kekecewaan pendukung paslon A, siang ini banyak berseliweran foto rumah makan Padang dengan hidangannya . Menggiurkan, tapi saya tahu bahwa lidah ini sedang tidak dalam kondisi oke, yang enak terasa biasa saja.

Di tengah aktivitas scrolling, saya mengamati status teman-teman, banyak sekali bakul yang notabene-nya semakin sukses sekarang. Alhamdulillah, sebagai teman saya senang mereka menemukan passionnya di dunia perbakulan. Tapi, dalam hati kecil, saya bertanya pada diri sendiri, “apa yang sudah kamu lakukan?”

(more…)

Advertisements

‘DEMIT’ OH ‘DEMIT’

Haaaaaaaah. Belakangan ini saya terbakar sekali bila ada pembicaraan menyangkut ‘DEMIT’. Sungguh menguras emosi. Rasanya pingin ikutan ngegaplok demitnya. Saking keselnya, beberapa status jadi bahas demit dan berakhir dengan klarifikasi bahwa semua itu tidak berkaitan dengan rumah tangga saya, tentu saja ini karena Mr. Pooh yang minta.

Jadi sebenernya demit ini apa?
Saya pribadi tidak tahu siapa yang awalnya memberi julukan itu karena sebelum ini mereka disebut pelakor alias perebut laki orang. Mungkin juga disebut demit karena (more…)

Tidurnya Wanita

Salah satu kesalahan fatal wanita yang telah berumah tangga adalah tidur. Entah itu tidur siang, tertidur, atau bahkan tidur duluan. Aktivitas tidur ini bisa menebar syak wasangka yang tak main-main. Iya, tak main-main menyakiti hati seorang wanita yang telah menjadi istri.

 

Contohnya saja sehabis melahirkan. Ibu baru yang butuh istirahat cukup malah dilarang tidur dengan alasan menyangkut mitos aneh yang tidak jelas kajian ilmiahnya. Padahal malam hari ia harus berjaga (tak jarang seorang diri) untuk membuat sang bayi tertidur pulas. Sedangkan ia sendiri harus menahan kantuk dan sakitnya jahitan yang belum kering. Padahal di pagi hari, popok sudah menunggu untuk dicuci. Namun tak ada tawar menawar lagi. Tidur siangnya seorang ibu adalah kejahatan yang harus diberantas. Hah.

 

Belum lagi ketika anak sudah mulai tumbuh, tertidur adalah hal keji. Harusnya seorang ibu selalu siaga mengawasi anaknya. Seorang ibu harus siap melaksanakan tugas beres-beres dan menjaga anak. Giliran ibu tertidur, lava gunung berapi seakan dimuntahkan tepat di hatinya. Dianggap menelantarkan anak, tidak becus, seharian kerjaannya hanya tidur, pemalas, hingga julukan manja akan sangat mudah tertempel pada citranya. Tak mempan lagi alasan pusing, lelah, meriang, atau demam. Ibu yang tertidur memang pemalas!

 

Tidur yang lainnya adalah tidur duluan. Ini haram hukumnya untuk seorang wanita bisa tidur duluan dibanding suami dan anak. Wanita harus tidur belakangan! Periksa dulu apakah gerbang sudah digembok, pintu telah dikunci, kompor tak lagi menyala, dan yang paling penting adalah memastikan anak dan suami sudah pulas! Kenapa? Karena dengan begitu dia bebas dari tudingan tetangga sebagai istri yang tidak bisa diandalkan.

 

Istri itu wonderwoman. Tak ada suami yang menolak punya istri multi talenta. Mau jadi koki, tukang cuci, pembantu, manajer, bendahara, guru, tukang kebun, tukang bersihkan selokan, bahkan tukang ojek. Tapi semua akan sirna bila istri TIDUR! So, para bujang yang mau cari istri, sebaiknya kumpulkan uang buat beli robot dari Jepang. Tak perlu kau lihat dia tidur, tak akan kau dapati dia menganggur. Dirimu akan bebas dari curhatan istri yang menangis karena sakit hati dibilang pemalas oleh orang lain. Sekian.

True Story: Menanti Mas Ehem-Ehem

 

Aku belum mengenalmu, Kasih

Kini…

Masih berputar dalam labirin takdir

Masih merangkak

Sambil memenuhi hati dengan rindu membanjir

Adalah dirimu yang menjelma

Dalam tak terucapnya untaian cinta

Menggantung pada leher takdir

Lagi-lagi takdir

Begitulah, Kasih

Pikiranku liar berkelana memikirkan

siapa kau, yang telah dituliskan-Nya untukku

Begitulah, Kasih

aku duduk di pinggir danau kerinduan

menanti hadirmu

di bangku berdebu

menunggu berbicaranya sebuah takdirku

 

Puisi itu saya tulis pada September 2012, saat hampir 22 tahun, tapi pacar aja nggak punya. Keluarga saya sampai berkali-kali menanyakan kapan membawa someone special ke rumah. Gimana nggak parno kalo sepupu yang lain, yang umurnya di bawah saya aja udah punya gandengan, udah ‘laku’ kata orang sekarang. Hah. Kesel juga sih ditanyain itu-itu mulu. Dengan hati harap-harap cemas, saya menggantungkan diri hanya pada Allah, namun juga yakin bahwa tanpa pacaran pun, jodoh sudah ditentukan. Saya akan dijemput pangeran saya dengan cara yang baik. In syaa Allah.

(more…)

Ada Apa Dengan Cinta

Ada Apa Dengan Cinta

 

Assalamu’alaykum…

Kembali lagi bersama saya… Nyahahahaha.. Hus, hus, emak-emak hamil ketawanya harus cantik *tutupin cadar.

Ini artikel pertama yang saya tulis setelah saya menikah. Udah tiga bulan pernikahan kami, sebenernya banyak yang saya tulis, tapi tulisan ini yang kemudian saya putuskan untuk ditempel di blog.

Ada apa sih dengan cinta? Cinta, yang katanya bisa membuat orang jadi gila, rela mengorbankan apa saja, rela bertindak seberani mungkin, semua dilakukan hanya untuk memperlihatkan rasa cinta.

Saya tidak akan membicarakan cinta yang biasanya saya tulis. Tapi cinta ini lain. Cinta ini, cinta yang begitu sulit untuk ditiru. Cinta. Cinta para hamba pada Tuhannya.

Membaca kisah pada Nabi dan Rasul terdahulu membuat saya berpikir keras, beliau yang dijamin masuk surga saja begitu keukeuhnya beribadah pada Allah. Nabi Ibrahim bahkan berani menghancurkan para berhala. Beliau tak mau Allah disamakan dengan bebatuan. Sama kayak kita kan ya… Masa orang yang kita cintai disandingkan dengan kursi, padahal kursi itu hasil karya manusia. Masa mau kita disamakan kayak benda mati? Kalo saya sih ogah. Ogah seogah-ogahnya—tapi enggak pake cepekan. (more…)

Takut Dianggap Tidak Toleran

Bismillaah…

Semoga tulisan ini tidak menjadi salah satu sumber perpecahan. Yang ditulis di sini hanya untuk memberikan opini, barangkali bisa membuka mata kita tentang arti toleransi. Bukan yang membabi buta, bukan yang merusak akidah. Semoga apa yang ditulis tidak menjadikan silaturahim menjadi rusak…

 

“Apa sih salahnya kita punya pemimpin non-Muslim? Selama pemimpin itu adil dan bersih, kenapa tidak kita beri kesempatan mereka untuk memimpin kita walaupun agamanya berbeda?”

Begitu panas kuping ini mendengar statement macam begitu. Dan yang begini ini biasanya karena takut dianggap tidak toleran, rasis, suka membedakan, separatis, fanatik. Sampai-sampai memberitahukan kebenaran pada dunia saja takut akan vonis manusia.

(more…)

Cerpen “Ngidam”

NGIDAM

 

“Mas… Mas, bangun, Mas…”

Sayup-sayup kudengar suara istriku memanggil. Tangan hangatnya menggoyang-goyangkan tubuhku yang terbungkus selimut. Sepertinya aku baru saja tertidur, tapi kenapa istriku sudah membangunkan? Memangnya ini sudah masuk waktu Subuh? Kulihat jam dinding, jarum pendek menunjuk angka satu dan jarum panjangnya menunjuk angka lima. Setengah dua kurang lima menit.

“Ada apa, Dik? Hoaaahm…” kupandang wajah istriku yang terlihat cemas, “Kamu mimpi buruk?”

Sinta—istriku—menggeleng pelan. Tangannya masih bergelayut di lenganku.

“Mau ke kamar mandi?” tanyaku lagi. Sinta masih tetap menggeleng.

“Mau es krim…” katanya lirih, mulutnya mengerucut. (more…)