Welcome to my greeeeeny world :D

Bismillah..

Sudah beberapa hari Dedek susah sekali makan, kalaupun mau pasti beberapa sendok lalu mulutnya rapet pet pet lantas memalingkan muka. Dan kalaupun mulutnya mau terbuka sampai makanannya habis, sudah barang tentu yang dimakan bukan nasi tim atau buburnya, sekedar telur atau biskuit. Pusinglah emaknya ini menghadapi nafsu makan si kecil yang turun drastis. Pasalnya, saya sedang mengupayakan pertambahan berat badan dedek karena ketika ditimbang kemarin berat badannya hanya naik sedikit.

Sebenarnya kalau saya mau dedek buka mulut, cukuplah saya sodori semangka atau melon, pasti dia doyan. Tapi, bukan cuma buah yang dia butuhkan untuk tumbuh kembangnya. Saya harus mampu menyediakan gizi seimbang buatnya. Hal ini sebenarnya sudah dari dulu membuat suami saya ngoceh karena saya lumayan kaku dengan jadwal makan dan menu makan dedek. Ini nggak boleh, itu nggak boleh. Berkali-kali saya harus pura-pura congek biar gak makan ati kalo denger usul ngasi makan ini itu ke dedek, soto (yang sudah dikasi garam) misalnya. Rempong yak? Yuk ya yuuuk :v

Read the rest of this entry »

Advertisements

Berbagi Pengalaman: Saat Bayi Susah BAB

Bagi seorang ibu, kesehatan bayi merupakan hal yang sangat penting. Salah satunya tentang BAB bayi. Seperti yang saya alami sebelumnya, si dedek sudah dua hari nggak BAB dengan lancar, pupnya bulat-bulat kecil dan agak keras. Mungkin karena MPASI-nya yang mulai bertekstur. Namun, hal ini tetap membuat saya khawatir. Awalnya, saya konsumsi air minum yang lebih banyak dari biasanya. Hasilnya, pup dedek yang sebelumnya keras jadi agak lembek, namun tetap sedikit jumlahnya. Kemudian saya coba berikan pisang untuk dedek karena beberapa kali pisang bisa membuat BAB si dedek lancar kembali, namun tak terlalu membuahkan hasil.

Hingga dua hari lalu ketika pulang kampung, ada beberapa jenis kurma di rumah, yang saya pilih adalah kurma kering karena rasanya yang tidak terlalu manis. Dua hari setelahnya, BAB dedek lancar dan banyak. Alhamdulillah 🙂

Sebenarnya saya memberikan kurma bukan Cuma sekali ini, beberapa bulan sebelumnya setelah dedek masuk RS, saya rajin memberikan kurma sebagai makanan di pagi hari. Ada beberapa cara yang saya lakukan agar kurma mudah dikonsumsi dedek.

  1. Dibuat cair dengan cara dipotong kecil-kecil, dimasukkan ke dalam gelas belimbing, lalu ditambahkan air hangat secukupnya. Setelah agak lunak, kurma dihancurkan menggunakan sendok.
  2. Dibuat cair dengan cara diblender. Cara ini tentu lebih cepat namun agak sulit jika yang diblender hanya sedikit
  3. Disuapkan menggunakan tangan. Namun sebelumnya harus mencuci tangan dulu. Sebutir kurma dibuka kulit luarnya dan diambil bagian yang lunak, dipencet dengan telunjuk dan ibu jari, lalu disuapkan secara langsung ke mulut bayi. Pastikan tidak terlalu besar dan menggumpal agar bayi tidak tersedak atau muntah.

Sekian sedikit pengalaman saya dalam menangani bayi yang susah BAB. Semoga bermanfaat.

Rumah Cinta, 20 Oktober 2015

Cahya Andina Hamzah

Ketika IPK-ku Biasa Saja

“By… IPK saya jelek…” adu saya pada suami saat menjemput di kampus.

“Berapa, Adek?” lalu suami menyebutkan angka untuk menebak.

“Hehehe, iya segitu… Kok Mas tau?”

“Iya, Adek…”

“Jelek ya, By… Kalo koas biasanya nilainya 3,7 baru disebut bagus…”

“Oh, Adek… Nilai Adek sudah bagus… Bagus itu segitu, Adek…”

Saya tersenyum mendengar suami menenangkan saya dengan kalimat sederhana itu. Ya, bagi kami, IPK tak lagi penting. Suami tak pernah mematok berapa IPK yang harus saya dapatkan. Hal itu tentu membuat saya malah merasa bersyukur dan malu jika IPK saya terjun bebas.

Sebenarnya, saya cukup study-oriented. Read the rest of this entry »

Saya Muslimah dan Saya Merdeka!

Saya muslimah yang merdeka

bebas dari pandangan lelaki

yang tak segan memandangi aurat wanita.

Tak perlu repot membenarkan posisi rok yang kependekan,

tak repot menutup paha karena kelihatan,

tak kebingungan mencari pinjaman jaket

karena baju yang terbuka atau tanpa lengan.

Saya muslimah yang merdeka

Read the rest of this entry »

 

 

            Setelah terungkapnya pembunuhan seorang PSK yang berujung pada terungkapnya prostitusi online di tanah air, banyak hal yang perlu disorot, salah satunya adalah tentang tarif yang dipasok PSK untuk sekali berkencan.

            Pada akunnya, Deudeuh menuliskan bahwa tarif untuk bersenang-senang dengannya adalah 350 ribu. Bisa dibilang affordable bahkan untuk kalangan anak muda, sehingga tak heran bila banyak anak muda dengan kategori ‘brondong’ berbondong-bondong untuk menyewa Deudeuh sebagai pelampias syahwat mereka. Hal ini dibuktikan dengan testimoni yang dipasang Deudeuh di akun twitternya. Tentu harga ini juga sangat mampu dibayar oleh yang berduit, termasuk oleh seorang suami.

            Nah, membicarakan tentang suami, bagaimana dengan para suami yang lebih memilih melampiaskan hasrat mereka dengan mendatangi PSK padahal masih ada istri di rumah yang halal untuk digauli? Tidak menutup kemungkinan bahwa faktor penampilan menjadi alasannya. Read the rest of this entry »

Jodoh Itu Misteri

             Melihat realita yang ada, saya semakin sadar bahwa urusan jodoh itu serupa kejutan. Kadang ada yang pacaran sampe tahunan, ke sana ke mari barengan, kirim pesan sayang-sayangan, antar jemput nggak pernah kelupaan, tapi beberapa minggu kemudian nikah dengan orang yang berbeda tanpa beban.

            Ada yang saling berebut pacar, akhirnya saling cecar, Read the rest of this entry »

 

Aku belum mengenalmu, Kasih

Kini…

Masih berputar dalam labirin takdir

Masih merangkak

Sambil memenuhi hati dengan rindu membanjir

Adalah dirimu yang menjelma

Dalam tak terucapnya untaian cinta

Menggantung pada leher takdir

Lagi-lagi takdir

Begitulah, Kasih

Pikiranku liar berkelana memikirkan

siapa kau, yang telah dituliskan-Nya untukku

Begitulah, Kasih

aku duduk di pinggir danau kerinduan

menanti hadirmu

di bangku berdebu

menunggu berbicaranya sebuah takdirku

 

Puisi itu saya tulis pada September 2012, saat hampir 22 tahun, tapi pacar aja nggak punya. Keluarga saya sampai berkali-kali menanyakan kapan membawa someone special ke rumah. Gimana nggak parno kalo sepupu yang lain, yang umurnya di bawah saya aja udah punya gandengan, udah ‘laku’ kata orang sekarang. Hah. Kesel juga sih ditanyain itu-itu mulu. Dengan hati harap-harap cemas, saya menggantungkan diri hanya pada Allah, namun juga yakin bahwa tanpa pacaran pun, jodoh sudah ditentukan. Saya akan dijemput pangeran saya dengan cara yang baik. In syaa Allah.

Read the rest of this entry »