Welcome to my greeeeeny world :D

Posts tagged ‘Cinta’

Suami vs Mamang Sayur

Beberapa minggu lalu, saya nonton k-drama dengan judul “My Wife is Having an Affair This Week”. Drama ini cukup bagus ditonton pasutri meski banyak adegan yang kudu dilewati karena super duper ultra saru bagi saya :v

Singkat aja yak. Drama ini menceritakan seorang suami yang berprofesi sebagai seorang produser sebuah acara. Dia cinta banget banget sama istrinya. Bagi sang produser, istrinya ini layaknya bidadari: perfek. Meski jadi wanita karir, urusan domestik nggak pernah kececer. Semuanya rapi. Di saat si suami punya salah, istrinya nggak marah, bahkan kayak nggak ada apa-apa. Boro-boro ngomel, cemberut aja enggak! Siapa yang nggak mau punya istri sempurna begitu?

(more…)

Advertisements

Saya Muslimah dan Saya Merdeka!

Saya Muslimah dan Saya Merdeka!

Saya muslimah yang merdeka

bebas dari pandangan lelaki

yang tak segan memandangi aurat wanita.

Tak perlu repot membenarkan posisi rok yang kependekan,

tak repot menutup paha karena kelihatan,

tak kebingungan mencari pinjaman jaket

karena baju yang terbuka atau tanpa lengan.

Saya muslimah yang merdeka

(more…)

Jodoh Itu Misteri

             Melihat realita yang ada, saya semakin sadar bahwa urusan jodoh itu serupa kejutan. Kadang ada yang pacaran sampe tahunan, ke sana ke mari barengan, kirim pesan sayang-sayangan, antar jemput nggak pernah kelupaan, tapi beberapa minggu kemudian nikah dengan orang yang berbeda tanpa beban.

            Ada yang saling berebut pacar, akhirnya saling cecar, (more…)

True Story: Menanti Mas Ehem-Ehem

 

Aku belum mengenalmu, Kasih

Kini…

Masih berputar dalam labirin takdir

Masih merangkak

Sambil memenuhi hati dengan rindu membanjir

Adalah dirimu yang menjelma

Dalam tak terucapnya untaian cinta

Menggantung pada leher takdir

Lagi-lagi takdir

Begitulah, Kasih

Pikiranku liar berkelana memikirkan

siapa kau, yang telah dituliskan-Nya untukku

Begitulah, Kasih

aku duduk di pinggir danau kerinduan

menanti hadirmu

di bangku berdebu

menunggu berbicaranya sebuah takdirku

 

Puisi itu saya tulis pada September 2012, saat hampir 22 tahun, tapi pacar aja nggak punya. Keluarga saya sampai berkali-kali menanyakan kapan membawa someone special ke rumah. Gimana nggak parno kalo sepupu yang lain, yang umurnya di bawah saya aja udah punya gandengan, udah ‘laku’ kata orang sekarang. Hah. Kesel juga sih ditanyain itu-itu mulu. Dengan hati harap-harap cemas, saya menggantungkan diri hanya pada Allah, namun juga yakin bahwa tanpa pacaran pun, jodoh sudah ditentukan. Saya akan dijemput pangeran saya dengan cara yang baik. In syaa Allah.

(more…)

Cerpen: Karena Aku Juga Wanita

Karena Aku Juga Wanita

Kasak-kusuk itu terdengar lagi, sudah kesekian kalinya berita itu menyantroni kupingku. Sayang tak ada yang bisa kulakukan selain menyabarkan diri dan berpura-pura tak paham dengan apa yang mereka bicarakan di belakangku. Hanya saja kali ini aku tak sanggup menahan air mataku agar tak tumpah.

        “Aku salah apa, Mel?” tanyaku pada Amel yang sekantor denganku. Amel hanya membalas pertanyaanku dengan pelukan dan elusan di punggung.

            “Aku tidak pernah menggodanya. Sungguh!” suaraku mulai terdengar histeris.

            “Iya, Liv.. Semua juga pasti tahu itu..”

            “Jalan keluarnya cuma satu, Mel. Aku yang keluar atau dia yang mengundurkan diri!” (more…)

Ada Apa Dengan Cinta

Ada Apa Dengan Cinta

 

Assalamu’alaykum…

Kembali lagi bersama saya… Nyahahahaha.. Hus, hus, emak-emak hamil ketawanya harus cantik *tutupin cadar.

Ini artikel pertama yang saya tulis setelah saya menikah. Udah tiga bulan pernikahan kami, sebenernya banyak yang saya tulis, tapi tulisan ini yang kemudian saya putuskan untuk ditempel di blog.

Ada apa sih dengan cinta? Cinta, yang katanya bisa membuat orang jadi gila, rela mengorbankan apa saja, rela bertindak seberani mungkin, semua dilakukan hanya untuk memperlihatkan rasa cinta.

Saya tidak akan membicarakan cinta yang biasanya saya tulis. Tapi cinta ini lain. Cinta ini, cinta yang begitu sulit untuk ditiru. Cinta. Cinta para hamba pada Tuhannya.

Membaca kisah pada Nabi dan Rasul terdahulu membuat saya berpikir keras, beliau yang dijamin masuk surga saja begitu keukeuhnya beribadah pada Allah. Nabi Ibrahim bahkan berani menghancurkan para berhala. Beliau tak mau Allah disamakan dengan bebatuan. Sama kayak kita kan ya… Masa orang yang kita cintai disandingkan dengan kursi, padahal kursi itu hasil karya manusia. Masa mau kita disamakan kayak benda mati? Kalo saya sih ogah. Ogah seogah-ogahnya—tapi enggak pake cepekan. (more…)

Cerpen: (Mencoba) Memahami Hobi Mama

            Izinkan kuceritakan sedikit tentang kebiasaan para ibu lewat pengalamanku menjadi anak mama selama 22 tahun. Selama ini, aku sudah mulai mengumpulkan banyak bukti dan kurasa bukti-bukti ini akurat untuk mengambil kesimpulan dan membuat premis mayor dari semua kejadian yang melanda para ibu di seluruh dunia. Mmm.. mungkin hanya beberapa sih, termasuk mama.

—-

            “Max! Masih tidur?”

            Kudengar sapaan mama pagi ini tepat sebelum aku membuka pintu kamar. Masih dengan sarung kotak-kotak warisan eyang, aku keluar kamar sambil sedikit terpejam. Matahari bahkan belum menyapaku mesra, tapi mama sang pahlawan tanpa tanda jasa keluargaku sudah menunggu dengan rol rambut dan daster kembang-kembang kesayangannya yang penuh dengan ventilasi berukuran mikro di sana-sini.

            “Iya, Ma, ini sudah ganteng,” jawabku sambil garuk-garuk kriboku.

        “Kamu ke kampus nggak hari ini?” mata mama berkilat-kilat. Pasti ada yang ingin dikerjakan dengan melibatkan putranya yang paling ganteng se-Indonesia Raya ini.

            “Nggak, Ma. Istirahat dulu. Dosen pembimbing lagi ke luar negeri, nggak bisa konsultasi skripsi.”

           “Kalau gitu kamu ikut Mama, ya,” mama menepuk lenganku. Pasrah kuanggukkan kepala. Tidak ada jalan lain bila tidak ingin uang jajanku disunat. Lagi pula itu bukan pertanyaan, itu titah Kanjeng Ratu.

            “Jam sembilan tet, ya, Max. Jangan telat. Jangan tidur lagi. Pakai baju yang keren!”

(more…)