Welcome to my greeeeeny world :D

Posts tagged ‘Hikari Hamzah’

‘DEMIT’ OH ‘DEMIT’

Haaaaaaaah. Belakangan ini saya terbakar sekali bila ada pembicaraan menyangkut ‘DEMIT’. Sungguh menguras emosi. Rasanya pingin ikutan ngegaplok demitnya. Saking keselnya, beberapa status jadi bahas demit dan berakhir dengan klarifikasi bahwa semua itu tidak berkaitan dengan rumah tangga saya, tentu saja ini karena Mr. Pooh yang minta.

Jadi sebenernya demit ini apa?
Saya pribadi tidak tahu siapa yang awalnya memberi julukan itu karena sebelum ini mereka disebut pelakor alias perebut laki orang. Mungkin juga disebut demit karena (more…)

Ketika IPK-ku Biasa Saja

“By… IPK saya jelek…” adu saya pada suami saat menjemput di kampus.

“Berapa, Adek?” lalu suami menyebutkan angka untuk menebak.

“Hehehe, iya segitu… Kok Mas tau?”

“Iya, Adek…”

“Jelek ya, By… Kalo koas biasanya nilainya 3,7 baru disebut bagus…”

“Oh, Adek… Nilai Adek sudah bagus… Bagus itu segitu, Adek…”

Saya tersenyum mendengar suami menenangkan saya dengan kalimat sederhana itu. Ya, bagi kami, IPK tak lagi penting. Suami tak pernah mematok berapa IPK yang harus saya dapatkan. Hal itu tentu membuat saya malah merasa bersyukur dan malu jika IPK saya terjun bebas.

Sebenarnya, saya cukup study-oriented. (more…)

Saya Muslimah dan Saya Merdeka!

Saya Muslimah dan Saya Merdeka!

Saya muslimah yang merdeka

bebas dari pandangan lelaki

yang tak segan memandangi aurat wanita.

Tak perlu repot membenarkan posisi rok yang kependekan,

tak repot menutup paha karena kelihatan,

tak kebingungan mencari pinjaman jaket

karena baju yang terbuka atau tanpa lengan.

Saya muslimah yang merdeka

(more…)

Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk ISTRI atau Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk Prostitusi

 

 

            Setelah terungkapnya pembunuhan seorang PSK yang berujung pada terungkapnya prostitusi online di tanah air, banyak hal yang perlu disorot, salah satunya adalah tentang tarif yang dipasok PSK untuk sekali berkencan.

            Pada akunnya, Deudeuh menuliskan bahwa tarif untuk bersenang-senang dengannya adalah 350 ribu. Bisa dibilang affordable bahkan untuk kalangan anak muda, sehingga tak heran bila banyak anak muda dengan kategori ‘brondong’ berbondong-bondong untuk menyewa Deudeuh sebagai pelampias syahwat mereka. Hal ini dibuktikan dengan testimoni yang dipasang Deudeuh di akun twitternya. Tentu harga ini juga sangat mampu dibayar oleh yang berduit, termasuk oleh seorang suami.

            Nah, membicarakan tentang suami, bagaimana dengan para suami yang lebih memilih melampiaskan hasrat mereka dengan mendatangi PSK padahal masih ada istri di rumah yang halal untuk digauli? Tidak menutup kemungkinan bahwa faktor penampilan menjadi alasannya. (more…)

Jodoh Itu Misteri

             Melihat realita yang ada, saya semakin sadar bahwa urusan jodoh itu serupa kejutan. Kadang ada yang pacaran sampe tahunan, ke sana ke mari barengan, kirim pesan sayang-sayangan, antar jemput nggak pernah kelupaan, tapi beberapa minggu kemudian nikah dengan orang yang berbeda tanpa beban.

            Ada yang saling berebut pacar, akhirnya saling cecar, (more…)

True Story: Menanti Mas Ehem-Ehem

 

Aku belum mengenalmu, Kasih

Kini…

Masih berputar dalam labirin takdir

Masih merangkak

Sambil memenuhi hati dengan rindu membanjir

Adalah dirimu yang menjelma

Dalam tak terucapnya untaian cinta

Menggantung pada leher takdir

Lagi-lagi takdir

Begitulah, Kasih

Pikiranku liar berkelana memikirkan

siapa kau, yang telah dituliskan-Nya untukku

Begitulah, Kasih

aku duduk di pinggir danau kerinduan

menanti hadirmu

di bangku berdebu

menunggu berbicaranya sebuah takdirku

 

Puisi itu saya tulis pada September 2012, saat hampir 22 tahun, tapi pacar aja nggak punya. Keluarga saya sampai berkali-kali menanyakan kapan membawa someone special ke rumah. Gimana nggak parno kalo sepupu yang lain, yang umurnya di bawah saya aja udah punya gandengan, udah ‘laku’ kata orang sekarang. Hah. Kesel juga sih ditanyain itu-itu mulu. Dengan hati harap-harap cemas, saya menggantungkan diri hanya pada Allah, namun juga yakin bahwa tanpa pacaran pun, jodoh sudah ditentukan. Saya akan dijemput pangeran saya dengan cara yang baik. In syaa Allah.

(more…)

Pegiat Jilbab Syar’i

Bismillaah…

            Membaca kata jilbab syar’i, apa yang akan terlintas dalam benak kita? Kerudung lebar, gamis panjang dan longgar, kadang memakai cadar, wajah tanpa riasan tebal, pakai kaus kaki meski terik membakar? Seperti itu yang sering kita lihat di luar sana. Akhwat-akhwat dengan berbagai karakter dan sifat tetap berkomitmen untuk memakai busana sesuai petunjuk dalam Al-Qur’an (An-Nuur 31 dan Al-Ahzab 59).

            Lalu kenapa?

            Hhhh… Saya sempat membaca tulisan yang memojokkan akhwat-akhwat pegiat hijab syar’i. Bagi saya sendiri, jilbab bukan hanya fashion yang digunakan untuk menarik perhatian, tapi merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk kebaikan saya sendiri. Lalu kenapa akhwat-akhwat tadi dipojokkan? Ya, ketika mereka bilang bahwa hijab bukan pengganti rambut, hijab bukan untuk tabarruj (berhias), hijab bukan untuk ikut-ikutan trend, kontan banyak pihak yang mengecap para jilbaber besar ini berpikiran sempit. Allah…

(more…)