Welcome to my greeeeeny world :D

Posts tagged ‘rumah tangga’

‘DEMIT’ OH ‘DEMIT’

Haaaaaaaah. Belakangan ini saya terbakar sekali bila ada pembicaraan menyangkut ‘DEMIT’. Sungguh menguras emosi. Rasanya pingin ikutan ngegaplok demitnya. Saking keselnya, beberapa status jadi bahas demit dan berakhir dengan klarifikasi bahwa semua itu tidak berkaitan dengan rumah tangga saya, tentu saja ini karena Mr. Pooh yang minta.

Jadi sebenernya demit ini apa?
Saya pribadi tidak tahu siapa yang awalnya memberi julukan itu karena sebelum ini mereka disebut pelakor alias perebut laki orang. Mungkin juga disebut demit karena (more…)

Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk ISTRI atau Tiga Ratus Lima Puluh Ribu untuk Prostitusi

 

 

            Setelah terungkapnya pembunuhan seorang PSK yang berujung pada terungkapnya prostitusi online di tanah air, banyak hal yang perlu disorot, salah satunya adalah tentang tarif yang dipasok PSK untuk sekali berkencan.

            Pada akunnya, Deudeuh menuliskan bahwa tarif untuk bersenang-senang dengannya adalah 350 ribu. Bisa dibilang affordable bahkan untuk kalangan anak muda, sehingga tak heran bila banyak anak muda dengan kategori ‘brondong’ berbondong-bondong untuk menyewa Deudeuh sebagai pelampias syahwat mereka. Hal ini dibuktikan dengan testimoni yang dipasang Deudeuh di akun twitternya. Tentu harga ini juga sangat mampu dibayar oleh yang berduit, termasuk oleh seorang suami.

            Nah, membicarakan tentang suami, bagaimana dengan para suami yang lebih memilih melampiaskan hasrat mereka dengan mendatangi PSK padahal masih ada istri di rumah yang halal untuk digauli? Tidak menutup kemungkinan bahwa faktor penampilan menjadi alasannya. (more…)

Cerpen “Ngidam”

NGIDAM

 

“Mas… Mas, bangun, Mas…”

Sayup-sayup kudengar suara istriku memanggil. Tangan hangatnya menggoyang-goyangkan tubuhku yang terbungkus selimut. Sepertinya aku baru saja tertidur, tapi kenapa istriku sudah membangunkan? Memangnya ini sudah masuk waktu Subuh? Kulihat jam dinding, jarum pendek menunjuk angka satu dan jarum panjangnya menunjuk angka lima. Setengah dua kurang lima menit.

“Ada apa, Dik? Hoaaahm…” kupandang wajah istriku yang terlihat cemas, “Kamu mimpi buruk?”

Sinta—istriku—menggeleng pelan. Tangannya masih bergelayut di lenganku.

“Mau ke kamar mandi?” tanyaku lagi. Sinta masih tetap menggeleng.

“Mau es krim…” katanya lirih, mulutnya mengerucut. (more…)